Arkeologi Inggris Temukan Kompleks Istana di Tempat Kelahiran Raja Arthur

Para Arkeolog Inggris menemukan sebuah dinding yang menjadi bagian dari kompleks istana di tanah kelahiran Raja Arthur, sahabat penyihir Merlin di Camelot.

Arkeologi Inggris Temukan Kompleks Istana di Tempat Kelahiran Raja ArthurBangsal inti dan luar Kastil Conwy di Wales, Inggris. (Agus Susanto/Kompas.com)

Para Arkeolog Inggris menemukan sebuah dinding yang menjadi bagian dari kompleks istana pada masa kegelapan atau Dark Ages yang ada pada tahun dan tempat yang sama dengan tanah kelahiran Raja Arthur, legenda ternama di Camelot.

Dinding tersebut berlokasi di desa Tintagel, barat daya Cornwall, Inggris.Lebih dari lusinan bangunan terkubur dalam dinding batu setinggi 3 kaki yang berisi ratusan fragmen kaca dari era Perancis pertengaha.

Artefak yang ditemukan menunjukkan mengenai siapa saja yang pernah tinggal dalam kompleks bangunan tersebut pasti kaya dan memiliki hubungan kerajaan.

“ini seperti pusat perdagangan minyak zaitun,” ujar salah satu peneliti, Winn Scutt dari English Heritage.

Jika orang-orang penting memiliki kemungkinan untuk tinggal disana, kenapa orang-orang berpikir Raja Arthur berada di sana?

Hal yang membuat peneliti yakin bahwa dari sana Raja Arthur pernah berada, dilihat dari sumber asli legenda raja tersebut yang menunjukan lokasi tersebut sama seperti kompleks tempat kelahiran Raja Arthur.

Sejarah mengenai kehidupan raja Arthur termasuk hubungan persahabatannya dengan penyihir Merlin, dan aksinya menarik pedang dari batu.Raja Arthur mengatur sebuah persatuan Briton untuk melawan invasi Anglo-Saxons untuk membawa perdamaian di Camelot.

Para sejarawan setuju bahwa kejadian tersebut benar-benar ada, namun mereka belum bisa membuktikan apakah Raja Arthur benar-benar berada di dalamnya.Meskipun dalam legenda dikatakan Raja Arthur telah memenangkan 12 peperangan melawan Anglo-Saxons, namun namanya tak ada dalam sejarah manapun.

Penggalian Tintagel masih terus dilakukan dan hasilnya akan segera dipublikasikan setahun mendatang. Para peneliti berharap akan menamukan sesuatu yang mampu mereka hubungkan dengan Raja Arthur.

(Annisa Hardjanti / Live Science)

Share from: National Geographics