FDS & Kesenjangan Akses Pendidikan

Pertanyaan saya ketika membaca berita tentang Full Day School (FDS) adalah: “untuk siapa ia dirancang?”

Sebelum menjawabnya, saya mau merujuk pada tujuannya dahulu. FDS, menurut Muhadjir, dirancang untuk meningkatkan efektivitas pendidikan termasuk pendidikan karakter dan etika dengan alasan guru akan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai karakter apabila waktu anak di sekolah diperpanjang.  Sampai sini saya menangkap kesan bahwa Muhadjir  berasumsi sekolah, bukan rumah, adalah tempat yang lebih efektif untuk membangun karakter.

Asumsi tersebut tidak universally salah, walaupun ia mengundang banyak kritik khususnya dari orangtua yang merasa dilecehkan kemampuannya untuk  mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral di rumah. Artinya, bisa jadi memang model sekolah ini membantu sebagian keluarga di tanah air.

Jika kita merujuk pada data, bisa jadi ada orangtua yang terbantu dengan konsep pendidikan seperti ini. Dari survei keluarga Indonesia di beberapa provinsi di Indonesia Timur, sebagian besar anak-anak usia 7 sampai 14 tahun mempunyai orangtua dengan pendidikan tertinggi…

Sumber : Fitrah Based Education | Dari Berbagai Sumber