Larangan Pertunjukkan Paus Pembunuh di California

SeaWorld San Diego berjanji untuk berhenti melakukan pertunjukan teater dan mengembangbiakkan Orca.

Larangan Pertunjukkan Paus Pembunuh di CaliforniaSeaWorld berencana untuk membangun dua tangki baru buat paus orca untuk kunjungan dan penelitian. (Getty Images)

Gubernur California, Jerry Brown menandatangani perlindungan Orca (Paus pembunuh) dan keselamatan menjadi undang-undang pada Selasa (13/9). Negara melarang pengembangbiakan paus pembunuh di penangkaran, serta pertunjukkan sirkus untuk orang banyak.

Kritik terkait pertunjukkan paus pembunuh meningkat sejak film documenter Blackfish di tahun 2013. Film ini berisi kekhawatiran terhadap kesejahteraan orca. Secara tidak langsung berkat film ini, SeaWorld sepakat untuk menghentikan peternakan Orca di semua taman mereka.

Undang-undang baru ini mencerminkan beberapa perubahan yang sebelumnya sudah dilakukan SeaWorld. Namun, peresmian undang-undang masih perlu dilakukan, untuk memastikan SeaWorld tak akan berubah pikiran. Selain itu juga mencegah taman lain di California untuk mengembangbiakkan orca di masa depan.

Pelarangan ini ditujukan untuk penyalahgunaan orca dalam pertunjukkan yang bersifat hiburan, SeaWorld dapat meneruskan pertunjukkan dalam bentuk pendidikan. Perusahaan telah memutuskan untuk mengganti pertunjukkan paus pembunuh dengan apa yang mereka sebut “Pertemuan Pendidikan Orca” mulai tahun 2017.

“Nantinya, para tamu akan merasa seperti bagian dalam sebuah film dokumenter secara langsung dengan habitat yang dimodifikasi untuk terlihat lebih alami,” tulis Dave Koontz dalam sebuah e-mail ke National Geographic

Animal Welfare Institute berharap perusahaan dapat mengembalikan hewan langsung dalam perlindungan laut. Saat ini Orca tersisa di SeaWorld hidup di tangki beton. SeaWorld belum berencana untuk mengembalikan 11 paus pembunuh ke alam liar. Menanggapi hal ini, Koontz menulis bahwa “yang terbaik, dan paling aman untuk masa depan paus ini adalah membiarkan mereka menjalani kehidupan dan menerima perawatan mereka di SeaWorld.”

(K.N Rosandrani. Sumber : Kristin Hugo / nationalgeographic.com)

Share from: National Geographics