Perluasan Perlindungan

Kerja sama dan dukungan keuangan global sangat diperlukan untuk melindungi lebih banyak kawasan dan memelihara keanekaragaman hayati.

Perluasan PerlindunganNegara-negara dengan kepemilikan kawasan lindung lebih dari 5.000 kilometer persegi. (Grafik: Monica Serrano, Staf NGM. Sumber: Iucn dan UNEP-WCMC, 2016 World Database on Protected Areas)

Hampir 33 juta kilometer persegi dari planet ini, area yang lebih besar dari Afrika—adalah jumlah total daratan dan air yang telah disisihkan banyak negara untuk konservasi. Sejak 1990, jumlah cagar laut, taman nasional, kawasan liar, dan kawasan lindung lainnya telah meningkat dari kurang dari 50.000 menjadi lebih dari 229.000.

“Sebagian besar negara melakukan yang terbaik” untuk melindungi aset ini, ungkap Pedro Rosabal dari IUCN. Namun, meskipun sekitar 15 persen lahan di Bumi memiliki status kawasan lindung, separuhnya sangat kecil dan terisolasi, menunjuk pada kebutuhan akan koridor biologis.

Sekarang ini hanya ada 3,5 persen wilayah laut yang dilindungi, tetapi akan ada lebih banyak lagi. Ekspedisi pada 2012 oleh proyek Pristine Seas National Geographic berjuang melindungi Kepulauan Pitcairn Inggris Raya di Pasifik Selatan. Pada 2015, pemerintah Inggris Raya berjanji menciptakan cagar laut lestari terbesar di dunia, sekitar 834.000 kilometer persegi.

Untuk melindungi lebih banyak kawasan dan memelihara keanekaragaman hayati, menurut Rosabal, kerja sama dan dukungan keuangan global akan sangat penting. Itulah yang akan menjadi agenda pada Kongres Konservasi Dunia IUCN di Hawaii pada awal bulan ini.

(Kelsey Nowakowski)

Share from: National Geographics