Presiden Obama Deklarasikan Area Paling Dillindungi di Dunia

Minggu lalu, Presiden Obama membuat sebuah pengembangan besar-besaran yang resmi dilakukan untuk melindungi cadangan laut di kawasan perairan Hawaii, dan menjadikannya sebagai daerah terbesar yang paling dilindungi di planet ini.

Papahanaumokuakea Marine National Monument akan menjadi area yang dilindungi, termasuk terumbu karang tropis, habitat laut dalam, yang menjadi area vital bagi populasi paus, kura-kura, dan banyak ikan.

Daerah tersebut diperkirakan menjadi sebuah rumah bagi 7.000 spesies, dari paus bungkuk besar hingga karang hitam misterius yang diketahui sebagai organisme laut tertua yang hidup mencapai 4.500 tahun.

“Ini adalah aksi yang begitu penting yang pernah diambil oleh presiden Amerika untuk menjaga kesehatan laut kita,” ujar Brian Schatz, senator dari kubu Demokrat di Hawaii.

“Pengembangan Papahanaumokuakea akan mengisi kembali ketersediaan ikan tuna, mempromosikan keberagaman hayati yang ada, melawan perubahan iklim, dan memberikan kesempatan yang lebih besar lagi bagi masyarakat asli Hawaii untuk mengelola sumber ini,” lanjut Schatz.

“Deklarasi yang dilakukan oleh Presiden Obama ini hanyalah sebuah awal. Untuk melanjutkan kesuksesan ini, kita akan butuh melalui pengelolaan, penelitian, kesempatan pendidikan, dan pelaksanaannya. Deklarasi ini akan menjadikan kita kuat melangkah maju untuk melindungi lingkungan bagi generasi mendatang,” paparnya.

Perlindungan ini dibuat sejak tahun 2006 oleh mantan presiden Amerika Serikat, George W. Bush untuk menjaga area seluas 362.073 kilometer persegi itu, dan ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2010. Hal ini tidak hanya membuat taman nasional tersebut menjadi yang terbesar di Amerika, namun juga area dengan perlindungan terluas mencakup laut dan darat di seluruh dunia.

Ekspansi ini telah lama muncul, dan diumumkan sebelum Presiden Obama melaukan perjalanan ke Midway Atoll, area basis militer dan peperangan selama Perang Dunia II, dimana ia memberikan pidato peringatan atas ancaman perubahan iklim, dan bagaimana para pemimpin dunia membutuhkan komitmen yang serius untuk mencegah pemanasan planet yang berkelanjutan.

(Annisa Hardjanti. Sumber: Josh Davis/IFLScience.com)

Share from: National Geographics