Selain Alam, Manusia Jadi Ancaman bagi Formasi Batuan

Jika Alam tidak mampu mengikis formasi batuan atau menyebabkan mereka runtuh, mungkin manusia tampak bersemangat untuk melakukannya, dengan atau tanpa sengaja.

Selain Alam, Manusia Jadi Ancaman bagi Formasi BatuanVandalisme pada gambar cadas di tepi Escalante River, Utah, Amerika Serikat. (Thomashertel/Wikimedia Commons)

Sebuah video yang diambil dengan menggunakan drone mengenai sejumlah remaja yang mendorong Duckbill Rock, sebuah formasi batuan pasir yang ada di Cape Kiwanda, cukup menganggu dan tersebar secara viral.

Interview dengan stasiun TV Oregon KATU, David Kalas yang mengambil gambar tersebut, mengatakan bahwa aksi vandalisme dengan merusak formasi batuan tersebut dilakukan oleh orang-orang itu karena salah satu dari mereka mengalami patah kaki akibat terjatuh di sana.

Kepolisian Kota Oregon  tersebut mengatakan bahwa mereka telah melihat ulang video tersebut dan memastikan para pelaku akan menghadapi hukuman atas pengerusakan yang mereka lakukan.

Namun pengerusakan pada batuan ikonik itu menjadi masalah yang lebih besar. Banyak formasi batuan yang ada di negara tersebut  memiliki kerentanan yang sama, terlebih lagi jika kedatangan manusia ke sana untuk, dengan alasan apapun, ingin menghancurkan batuan tersebut.

Kembali ke tahun 2013, sebagai contoh, dua pria menendang Goblin, sebuah formasi batuan berusia 20 juta tahun di Goblin Valley State Park, Utah.  Alasan mereka melakukan hal tersebut adalah karena formasi tersebut berbahaya bagi pendaki. Akibatnya, mereka harus menghadapi hukum atas tindakan pengerusakan tersebut.

Tidak semua orang merusak formasi batuan dengan sengaja. Mushroom Rock di Death Valley California adalah contoh kerusakan formasi batuan yang rusak akibat pengunjung yang mendaki ke atasnya untuk mengambil gambar.

Meskipun tanpa pengerusakan yang dilakukan manusia, formasi batuan terkadang rusak akibat dari proses alami, seperti erosi. Salah satu formasi ikonik yang rusak secara alami adalah Old Man of the Mountain yang ada di New Hampshire yang runtuh pada Mei 2003.

(Annisa Hardjanti. Sumber: Patrick J Kiger/Discovery News)

Share from: National Geographics