Untuk apa Menuliskan Misi dan Visi Keluarga?

Ada yang bertanya, untuk apa menuliskan Misi dan Visi Keluarga? Dan Bagaimana jika di tengah perjalanan bahtera rumah tangga ada badai sehingga tidak “on the track”?

Justru Misi Visi Keluarga itu sebenarnya dituliskan agar keluarga selalu “on the track” khususnya jika ada turbulensi. Keluarga keluarga akhir zaman ini mengalami berbagai hal yang berat yang tidak terjadi pada zaman sebelumnya. Misi Keluarga membuat mereka fokus pada syukur atas begitu banyak nikmat dan potensi karunia unik yang Allah SWT anugrahkan pada mereka.

Menuliskan misi adalah mengokohkan arah dan keyakinan ke depan dengan berangkat dari segala nikmat dan potensi karunia unik yang Allah berikan. Ini ibarat piagam (charter) bagi sebuah bangsa yang menggambarkan keseluruhan keinginan luhur dan fondasi bagi pijakan dan arah ke kemajuan peradabannya.

Stephen Covey dalam bukunya Family Mission Statement mengumpamakan Family Mission ini seperti Perencanaan Penerbangan sebuah Kapal Terbang dengan Route dan Tujuan Penerbangan yang jelas. Ketika terjadi turbulensi atau badai atau menghindari awan comulonimbus maka pilot n copilot akan mengendalikan pesawat sesuai kondisi namun selalu mengecek ke perencanaan penerbangan (master plan). Bisa jadi ada sedikit perubahan atau keterlambatan namun setidaknya 90% akan sesuai dengan rencana.

Sesungguhnya kita bisa melihat bahwa alQuran merekam betul doa doa Nabi Ibrahim AS untuk keluarga dan keturunannya yang jika dicermati ternyata itulah Misi (QS 2:129) dan Visi (QS 2:128. QS 14:38 & 40) serta Value keluarganya (QS 16:120-122). Bahkan Allah mengkorekasi Misi Nabi Ibrahim AS sedikit (QS 62:2).

Itulah mengapa bunda Hajar mampu merancang kurikulum pendidikan bagi Nabi Ismail AS. Walau ayahnya, yaitu Nabi Ibrahim AS sangat jarang bersamanya namun Ismail AS tetap menjadi seperti yang dikehendaki Nabi Ibrahim AS seperti dalam doa doanya.

Memang tidak selalu mudah menemukan dan menuliskan MISI keluarga. Misi itu adalah journey of life, mirip penemuan bakat pada diri seseorang. Bisa jadi mudah terlihat bisa jadi memerlukan waktu untuk menemukannya.

Pada skala individu, bersyukur dan jujur akan membantu berdamai dengan diri untuk menemukan makna atau misi personal.

Pada skala keluarga, menemukan misi keluarga memerlukan waktu dan SINERGI antara suami dan istri bahkan anak anak jika sudah layak dilibatkan.

SINERGI ini bukanlah kompromi dengan hati mangkel, bukan pula mengutamakan “my way” atau “your way” tetapi melahirkan idea dan makna baru yang jauh lebih bermakna dan bermanfaat yang disebut “our way”.

Jadi bersabarlah atas waktu dan bersyukurlah dengan bersinergi untuk menemukan, menuliskan dan menjalankan MISI Keluarga.

#familycoremission #fitrahkeluarga

Sumber : Fitrah Based Education | Dari Berbagai Sumber