Akibat Pendidikan Rendah Di Indonesia

222 views

Akibat Pendidikan Rendah Di Indonesia. Kecerdasan Buatan bisa saja kembali dapat menukar banyak pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, travel wisata, kurir surat, serta pembaca berita menjadi beberapa contoh pekerjaan yang udah disita alih.

Akibat Pendidikan Rendah Di Indonesia

Bahkan, aktifitas terakhir yang disebutkan itu tengah menjadi perbincangan internasional. Salah satu stasiun pemancar televise di Negri Tirai Bambu, Xinhua News Agency, telah menginformasikan pembawa berita yang mengfungsikan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini tampak seperti pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai perubahan besar bagi industry kerja. Tapi, andaikan ditelaah lebih seksama, perkembangan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan manfaat manusia, melainkan bisa menambahkan peluang baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, believe, pola pikir, kerjasama tim, dan peduli pada orang lain adalah kemampuan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Oleh sebab itu, saya pikir kami kudu mengajarkan pelajar kapabilitas tersebut guna meyakinkan bahwa manusia tidak sama bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kepintaran akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyambut industry kerja di jaman mendatang. Namun demikian, penguasaan soft skill juga mengimbuhkan pengaruh yang lumayan besar.

Kunjungi juga: Metode Mendidik Anak PAUD pada Matematika Awal

Melalui kemampuan ini, manusia sanggup lebih berpikir kritis, bersosialisasi, serta memecahkan setiap masalah yang nampak bersama dengan kesimpulan yang tidak mampu dikerjakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat berasal dari persoalan itu, lembaga pendidikan sebaiknya sudah menjadi mengayalkan bagaimana caranya untuk membuahkan lulusan yang cocok keperluan zaman. Diantaranya adalah bersama mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup semua aspek kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kapabilitas yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan segi akademik anak, tapi termasuk mengutamakan banyak variasi faktor kehidupan sehingga murid miliki pertumbuhan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kemampuan berinteraksi dan kemampuan memahami diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berasal dari permasalahan yang sering dijumpai umumnya orang setelah masuk ke dunia kerja.

Maka, saat pelajar sudah masuk dunia kerja atau membawa hubungan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kebolehan akademik secara harfiah.

Misalnya, dikala tersedia kasus didalam kerjasama tim, tidak mungkin menyelesaikan persoalan cuma bersama dengan kebolehan matematika.

Lebih dari itu, ketika tersedia persoalan dalam suatu proyek, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir logis guna mendapatkan problem solving yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap-tiap sekolah mestinya telah menerapkan Pendidikan Holistik merasa berasal dari Pendidikan TK.

Tujuannya agar siswa punyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka terhitung kami bantu sehingga miliki resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam style Pendidikan Menyeluruh, murid terhitung diajarkan guna merampungkan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi fasilitator murid. Tugasnya beri tambahan bantuan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan mengimbuhkan beberapa semisal kasus yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini siswa jadi lebih mampu berpikir nalar dan membawa kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang sudah diuraikan di atas, kudu dilakukan sebab perubahan zaman semakin kencang. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak tersesat di kemudian hari.

Apalagi pas ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi telah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun perlu punya soft skill yang dapat menunjang kehidupan era depannya.

Pertama, mereka mesti miliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai informasi yang didapatkan. Mereka pun kudu logis terhadap mengisi info berikut supaya tidak ringan dipengaruhi begitu saja dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda saat ini perlu kekuatan komunikasi yang mumpuni. Sebab, selagi ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital sehingga kemampuan berdiskusi dan berbicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang dapat ditemui terhadap masa depan bakal lebih berat. Dengan punya kebolehan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat gampang dipengaruhi dan tak miliki ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan output yang dihasilkan pun punya kejeniusan seimbang, antara kekuatan akademik dan kekuatan soft skill yang berwujud afektif. Dengan demikian, kehadirannya tidak dapat tersubstitusi walau teknologi Kecerdasan Buatan dan mesin-mesin modern menjamur pada era yang akan datang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Permasalahan Pendidikan Di Indonesia Dan Solusi Tepat Dalam Mengatasinya

Leave a reply "Akibat Pendidikan Rendah Di Indonesia"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor