Aspek Perkembangan Agama Anak Usia Dini

96 views

Aspek Perkembangan Agama Anak Usia Dini. Artificial Intelligence kemungkinan sebentar lagi akan menggantikan banyak pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, teller bank, penerima pelanggan, penerima telepon, travel umroh, kurir barang, dan juga reporter berita menjadi beberapa contoh aktifitas yang sudah disita alih.

Aspek Perkembangan Agama Anak Usia Dini

Bahkan, pekerjaan terakhir yang dijelaskan itu sedang jadi topik hangat. sebuah stasiun pemancar televise di China Daratan, Xinhua News Agency, sudah menginformasikan pembawa berita yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Pembawa berita ini terlihat layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai pergantian besar bagi dunia usaha. Tapi, jika diteliti lebih jauh, perkembangan teknologi ini tak menghilangkan secara keseluruhan manfaat manusia, melainkan bisa memberi tambahan peluang baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal China, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, berpikir logis, kerja tim, dan pikirkan pada orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh mesin. Itu sebabnya, aku pikir kita mesti mengajarkan murid kemampuan berikut guna menegaskan bahwa manusia berbeda dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kecerdasan akademik sesungguhnya dibutuhkan oleh manusia untuk menyambut dunia usaha di jaman mendatang. Tetapi, ketrampilan soft skill juga menambahkan efek yang lumayan besar.

Kunjungi juga: Cara Mudah Memahamkan Anak Usia Dini pada Matematika Dasar

Dengan kemampuan ini, manusia dapat lebih berpikir logis, berkomunikasi, serta memecahkan setiap masalah yang terlihat bersama dengan asumsi yang tidak sanggup dilakukan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat dari masalah tersebut, instansi pendidikan sebaiknya sudah mulai mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan jebolan yang cocok kebutuhan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya adalah bersama mengaplikasikan sistem pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kapabilitas yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi kecerdasan akademik anak, namun juga tekankan begitu banyak ragam faktor kehidupan sehingga anak miliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kebolehan bersosialisasi dan kapabilitas menyadari diri.

Penerapan Pendidikan Menyeluruh ini pun berasal dari permasalahan yang sering dijumpai biasanya orang sehabis masuk ke dunia kerja.

Oleh sebab itu, dikala pelajar udah masuk dunia kerja atau mempunyai hubungan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Contohnya, ketika ada persoalan didalam kerja tim, sangat tak mungkin menyelesaikan masalah hanya dengan kapabilitas matematika.

Lebih dari itu, ketika ada masalah dalam suatu project, bukan kekuatan sains yang ditunjukkan, melainkan langkah berinteraksi dan berpikir nalar untuk mendapatkan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya penerapan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap-tiap sekolah semestinya udah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan terasa berasal dari Pendidikan TK.

Tujuannya sehingga anak-anak punyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka terhitung kami bantu agar miliki resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam tipe Pendidikan Menyeluruh, murid termasuk diajarkan guna menyelesaikan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pembimbing pelajar. Tugasnya mengimbuhkan pemberian bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan memberikan lebih dari satu semisal persoalan yang serupa.

Diharapkan bersama cara ini siswa jadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang udah diuraikan di atas, harus dijalankan sebab perubahan jaman kian kencang. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus perkembangan teknologi sehingga tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi sudah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk dapat survive, generasi muda pun wajib mempunyai soft skill yang dapat mendukung kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka kudu punya kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti kritis pada mengisi info tersebut supaya tidak gampang terpengaruh begitu saja bersama berita hoaks.

Kedua, generasi muda pas ini perlu kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, selagi ini mereka condong berkomunikasi secara digital supaya kemampuan berdiskusi dan bicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini sebab tantangan yang akan ditemui pada jaman depan bakal lebih berat. Dengan punya kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan mudah terbujuk dan tidak memiliki ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan jebolan yang diproduksi pun miliki kecerdasan seimbang, antara kekuatan akademik dan kapabilitas soft skill yang berbentuk afektif. Dengan begini, keberadaannya tidak akan tersubstitusi walaupun teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi modern bertebaran pada masa yang akan datang.

Penulis adalah pendamping kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Otoritas Pendidikan Di Indonesia

Leave a reply "Aspek Perkembangan Agama Anak Usia Dini"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor