Ceramah Tentang Pendidikan Di Indonesia

127 views

Ceramah Tentang Pendidikan Di Indonesia. Artificial Intelligence mungkin sebentar lagi akan menukar banyak pekerjaan yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, teller bank, penerima pelanggan, operator telepon, travel umroh, kurir barang, dan juga reporter berita menjadi lebih dari satu umpama pekerjaan yang udah disita alih.

Ceramah Tentang Pendidikan Di Indonesia

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan nasional. Salah satu stasiun televisi di Negri Panda, Xinhua News Agency, sudah menghadirkan reporter yang memakai teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini nampak seperti pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai pergantian besar bagi dunia usaha. Namun, sekiranya diteliti lebih seksama, pertumbuhan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan fungsi manusia, melainkan mampu memberikan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pengusaha sukses asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, berpikir logis, kerjasama tim, dan acuhkan pada orang lain ialah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, aku pikir kita mesti mengajarkan siswa kapabilitas berikut guna menegaskan bahwa manusia berlainan bersama mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kejeniusan akademik sebenarnya diperlukan oleh manusia guna menyongsong industry kerja di jaman mendatang. Tapi, ketrampilan soft skill juga memberikan pengaruh yang lumayan besar.

Artikel keren lainnya: Cara Memahamkan Anak PAUD pada Matematika Awal

Dengan kebolehan ini, manusia sanggup lebih berpikir logis, bersosialisasi, dan juga memecahkan tiap tiap kasus yang terlihat dengan kesimpulan yang tidak sanggup dikerjakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat dari problem itu, lembaga pendidikan seharusnya telah mulai berkhayal bagaimana caranya untuk membuahkan jebolan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya ialah dengan mengaplikasikan proses pendidikan yang mencakup seluruh segi kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kebolehan yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak hanya mementingkan segi kecerdasan akademik murid, namun juga utamakan beragam faktor kehidupan agar anak miliki perkembangan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kapabilitas bersosialisasi dan kapabilitas menyadari diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berasal dari problem yang kerap ditemui biasanya orang setelah masuk ke industry kerja.

Maka dari itu, kala murid sudah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Contohnya, disaat tersedia persoalan didalam team work, tak mungkin menyelesaikan kasus hanya dengan kekuatan matematika.

Selain itu, disaat ada masalah di dalam suatu project, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis untuk menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang sesudah itu disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah mestinya sudah menerapkan Pendidikan Terintegrasi jadi berasal dari PAUD.

Tujuannya sehingga siswa punyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka terhitung kita bantu agar punyai resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permintaan untuk tetap belajar.

Dalam jenis Pendidikan Berkesinambungan, pelajar terhitung diajarkan guna selesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi pendamping pelajar. Assessmentnya beri tambahan dukungan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan beri tambahan lebih dari satu semisal masalah yang serupa.

Diharapkan bersama dengan metode ini murid jadi lebih bias berpikir logis dan membawa kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang telah diuraikan di atas, kudu ditunaikan dikarenakan pergantian zaman makin cepat. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk ikuti arus perkembangan teknologi sehingga tidak tersesat di kemudian hari.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi sudah menempel pada kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun wajib miliki soft skill yang bisa menunjang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus memiliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring beragam Info yang didapatkan. Mereka pun harus kritis terhadap isikan info selanjutnya agar tidak ringan terpengaruh begitu saja bersama dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda selagi ini butuh kekuatan komunikasi yang mumpuni. Sebab, pas ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kapabilitas berdiskusi dan berkata langsung jadi menurun.

Ketiga, adalah kapabilitas untuk beradaptasi dan punya pendirian yang teguh. Hal ini sebab tantangan yang bakal dihadapi pada era depan dapat lebih berat. Dengan punya kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat mudah terbujuk dan tidak memiliki ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan tamatan yang diproduksi pun punyai kepintaran seimbang, antara kemampuan akademik dan kebolehan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan begini, keberadaannya tak dapat tergantikan walaupun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih bertebaran di era mendatang.

Penulis adalah pendamping kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Contoh Skripsi Ptk Anak Usia Dini

Leave a reply "Ceramah Tentang Pendidikan Di Indonesia"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor