Contoh Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Gerung

66 views

Contoh Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Gerung. Artificial Intelligence barangkali terulang lagi akan menukar banyak pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, teller bank, customer support, penerima telepon, travel umroh, distributor surat, dan juga reporter berita menjadi lebih dari satu semisal pekerjaan yang sudah diambil alih.

Contoh Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Gerung

Bahkan, aktifitas paling akhir yang dijelaskan itu tengah jadi perbincangan khalayak ramai. sebuah stasiun pemancar televise di Republik Rakyat China, Xinhua News Agency, udah mempromosikan reporter yang manfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini kelihatan layaknya pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi industry kerja. Namun, andaikan diteliti lebih seksama, perkembangan teknologi ini tak meleyapkan secara total kegunaan manusia, melainkan mampu menambahkan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pengusaha sukses asal China, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Kebijaksanaan, believe, berpikir nalar, kerja tim, dan acuhkan pada orang lain adalah kebolehan yang tidak dikuasai oleh robot. Itu sebabnya, aku pikir kita perlu mengajarkan pelajar kemampuan berikut untuk meyakinkan bahwa manusia berlainan bersama mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik sebenarnya diperlukan oleh manusia guna menyambut dunia kerja di masa mendatang. Tetapi, ketrampilan soft skill terhitung memberi tambahan pengaruh yang cukup besar.

Kunjungi juga: Cara Sederhana Mengenalkan Anak TK pada Matematika Dasar

Melalui kemampuan ini, manusia dapat lebih berpikir logis, bersosialisasi, dan juga memecahkan setiap kasus yang muncul dengan kesimpulan yang tidak bisa ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu makna akademisnya.

Berawal dari problem tersebut, instansi pendidikan sebaiknya sudah jadi membayangkan bagaimana caranya untuk membuahkan tamatan yang sesuai kebutuhan zaman. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan proses pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kemampuan yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan segi kecerdasan akademik murid, tetapi terhitung mengutamakan bervariasi segi kehidupan supaya pelajar mempunyai pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kemampuan bersosialisasi dan kapabilitas sadar diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berangkat dari masalah yang kerap dijumpai kebanyakan orang sesudah masuk ke industry kerja.

Oleh sebab itu, saat murid telah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Misalnya, disaat ada persoalan di dalam kerja tim, sangat tak mungkin menuntaskan kasus hanya dengan kebolehan matematika.

Selain itu, disaat tersedia persoalan dalam suatu proyek, bukan kapabilitas science yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir logis untuk menemukan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap tiap sekolah selayaknya udah menerapkan Pendidikan Menyeluruh mulai berasal dari pendidikan anak usia dini.

Tujuannya sehingga siswa miliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka juga kami bantu sehingga punyai resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permohonan untuk terus belajar.

Dalam style Pendidikan Terintegrasi, siswa juga diajarkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi pendamping anak. Assessmentnya beri tambahan bantuan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan memberi tambahan sebagian semisal masalah yang serupa.

Diharapkan bersama dengan cara ini siswa menjadi lebih mampu berpikir nalar dan mempunyai kebolehan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang telah dijelaskan di atas, perlu dilakukan gara-gara perubahan jaman semakin tak terbendung. Generasi penerus bangsa pun dituntut untuk ikuti arus perkembangan teknologi sehingga tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi udah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun perlu punya soft skill yang sanggup menopang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus memiliki kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis terhadap mengisi info selanjutnya supaya tidak ringan dipengaruhi begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda waktu ini perlu kekuatan komunikasi yang mumpuni. Sebab, saat ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kapabilitas berdiskusi dan berbicara segera semakin menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini dikarenakan tantangan yang bakal dihadapi terhadap masa depan akan lebih berat. Dengan miliki kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat gampang tergoda dan tidak punyai ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan keluaran yang diproduksi pun punyai kejeniusan seimbang, pada kemampuan akademik dan kapabilitas soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tak akan tersubstitusi walaupun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih menjamur di era mendatang.

Penulis adalah pembimbing kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Contoh Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Gerung

Leave a reply "Contoh Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Gerung"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor