Contoh Observasi Pendidikan Anak Usia Dini di Bula

127 views

Contoh Observasi Pendidikan Anak Usia Dini di Bula. Kecerdasan Buatan mungkin sebentar lagi akan menggantikan banyak pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Kasir, teller bank, penerima pelanggan, penerima telepon, travel umroh, tukang pos, dan juga pembaca berita menjadi beberapa semisal aktifitas yang sudah diambil alih alih.

Contoh Observasi Pendidikan Anak Usia Dini di Bula

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan internasional. Salah satu stasiun pemancar televise di China, Xinhua News Agency, udah menginformasikan reporter yang gunakan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini tampak layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini pasti membawa perubahan besar bagi dunia usaha. Namun, kalau ditelaah lebih mendalam, perkembangan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan manfaat manusia, melainkan bisa memberikan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh pengusaha berhasil asal China, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, keyakinan, logic thinking, kerjasama tim, dan peduli terhadap orang lain adalah kekuatan yang tidak dikuasai oleh robot. Itu sebabnya, saya pikir kita mesti mengajarkan siswa kapabilitas tersebut untuk meyakinkan bahwa manusia berlainan bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik sebenarnya dibutuhkan oleh manusia untuk menyambut industry kerja di jaman mendatang. Tapi, penguasaan soft skill termasuk memberi tambahan efek yang lumayan besar.

Baca juga: Cara Mengajarkan Anak PAUD pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kebolehan ini, manusia mampu lebih berpikir logis, berkomunikasi, dan juga memecahkan tiap-tiap persoalan yang nampak bersama dengan kesimpulan yang tidak sanggup dijalankan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat dari problem tersebut, lembaga pendidikan seyogyanya udah jadi berkhayal bagaimana caranya untuk menghasilkan tamatan yang sesuai kebutuhan zaman. Salah satu caranya ialah bersama dengan menerapkan proses pendidikan yang mencakup semua faktor kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kekuatan yang berupa afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi kecerdasan akademik pelajar, tetapi termasuk menekankan banyak ragam aspek kehidupan supaya pelajar miliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kemampuan berinteraksi dan kapabilitas jelas diri.

Penerapan Pendidikan Menyeluruh ini pun berasal dari persoalan yang kerap ditemui biasanya orang sehabis masuk ke industry kerja.

Jadi, dikala pelajar sudah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kapabilitas akademik secara harfiah.

Contohnya, saat ada persoalan di dalam team work, tak mungkin menyelesaikan masalah hanya bersama kapabilitas matematika.

Selain itu, kala ada masalah dalam suatu project, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berinteraksi dan berpikir logis untuk mendapatkan problem solving yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, tiap tiap sekolah selayaknya sudah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan jadi dari early years.

Tujuannya sehingga murid mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka juga kita bantu supaya punya resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permohonan untuk tetap belajar.

Dalam jenis Pendidikan Berkesinambungan, anak didik termasuk diajarkan guna merampungkan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi fasilitator murid. Assessmentnya memberikan pertolongan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan memberikan sebagian misal persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini murid jadi lebih mampu berpikir nalar dan membawa kekuatan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang sudah dijelaskan di atas, perlu ditunaikan sebab pergantian zaman makin kencang. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi selagi ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi telah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun wajib punyai soft skill yang sanggup membantu kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka wajib punyai kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring bermacam informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis pada isi info tersebut sehingga tidak mudah terbujuk begitu saja bersama dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda pas ini butuh kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, sementara ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kebolehan berdiskusi dan bicara langsung semakin menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini dikarenakan tantangan yang bakal dihadapi terhadap era depan bakal lebih berat. Dengan mempunyai kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal ringan terpengaruh dan tak punya ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan tamatan yang dihasilkan pun mempunyai kejeniusan seimbang, antara kekuatan akademik dan kemampuan soft skill yang bersifat afektif. Dengan demikian, keberadaannya tidak dapat tersubstitusi meskipun teknologi Kecerdasan Buatan dan mesin-mesin modern menjamur dimana-mana pada masa mendatang.

Penulis adalah konseptor kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Contoh Observasi Pendidikan Anak Usia Dini di Bula

Leave a reply "Contoh Observasi Pendidikan Anak Usia Dini di Bula"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor