Fase Dan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

52 views

Fase Dan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Artificial Intelligence bisa saja terulang lagi bakal menukar banyak pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, penerima pelanggan, penerima telepon, agen perjalanan, tukang pos, serta reporter berita menjadi lebih dari satu umpama kegiatan yang udah diambil alih alih.

Fase Dan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Bahkan, pekerjaan terakhir yang disebutkan itu sedang jadi perbincangan nasional. Salah satu stasiun televisi di Negri Panda, Xinhua News Agency, udah memperkenalkan reporter yang menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini nampak layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini pasti membawa perubahan besar bagi dunia kerja professional. Tapi, jika diteliti lebih seksama, perkembangan teknologi ini tak menghapus secara keseluruhan kegunaan manusia, melainkan bisa menambahkan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur berhasil asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, believe, berpikir logis, kerjasama tim, dan peduli terhadap orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh robot. Itu sebabnya, saya pikir kami harus mengajarkan siswa kekuatan tersebut guna memastikan bahwa manusia berlainan bersama mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik sebenarnya dibutuhkan oleh manusia untuk menyambut dunia usaha di era mendatang. Namun, ketrampilan soft skill terhitung memberikan dampak yang memadai besar.

Kunjungi juga: Cara Cepat Memahamkan Anak Usia Dini pada Matematika Dasar

Dengan kemampuan ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berkomunikasi, dan juga memecahkan setiap persoalan yang nampak dengan analisis yang tidak dapat ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat berasal dari masalah tersebut, lembaga pendidikan seharusnya telah terasa memikirkan bagaimana caranya untuk membuahkan lulusan yang cocok kebutuhan zaman. Salah satu caranya ialah bersama mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup semua faktor kehidupan, baik unggul pada segi akademik maupun kemampuan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan holistik. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi akademik siswa, namun termasuk mengedepankan begitu banyak ragam aspek kehidupan agar pelajar punya perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kekuatan bersosialisasi dan kekuatan mengerti diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berangkat dari masalah yang kerap ditemui kebanyakan orang sesudah masuk ke industry kerja.

Oleh sebab itu, saat pelajar sudah masuk dunia kerja atau membawa interaksi yang luas bersama masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Misalnya, kala tersedia kasus dalam kerjasama tim, sangat tak mungkin menyelesaikan masalah cuma bersama dengan kebolehan matematika.

Lebih dari itu, kala ada masalah di dalam suatu proyek, bukan kapabilitas science yang ditunjukkan, melainkan langkah berinteraksi dan berpikir nalar guna menemukan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya implementasi sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah mestinya telah menerapkan Pendidikan Menyeluruh menjadi berasal dari pendidikan anak usia dini.

Tujuannya sehingga pelajar mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka termasuk kami bantu agar punya resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Berkesinambungan, siswa juga dididik guna merampungkan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi penengah murid. Tugasnya memberi tambahan dukungan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi 2 arah, dan menambahkan beberapa semisal masalah yang serupa.

Diharapkan bersama cara ini siswa jadi lebih bias berpikir nalar dan membawa kapabilitas bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, wajib ditunaikan gara-gara perubahan zaman makin tak terkejar. Generasi penerus bangsa pun dituntut untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi telah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun perlu punya soft skill yang sanggup menopang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka perlu punya kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib kritis terhadap mengisi info berikut sehingga tidak ringan terbujuk begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda sementara ini butuh kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, saat ini mereka condong berkomunikasi secara digital supaya kapabilitas berdiskusi dan bicara langsung jadi menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang akan ditemui terhadap jaman depan akan lebih berat. Dengan punya kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan ringan terbujuk dan tak punya ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan tamatan yang diproduksi pun miliki kejeniusan seimbang, antara kekuatan akademik dan kapabilitas soft skill yang berwujud afektif. Dengan demikian, kehadirannya tak bakal tersubstitusi meskipun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih menjamur di masa mendatang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Islam Anak Usia Dini Uin Malang

Leave a reply "Fase Dan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor