Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Namrole

502 views

Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Namrole. Artificial Intelligence kemungkinan terulang lagi dapat mengambil alih banyak kegiatan yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, penerima telepon, agen perjalanan, kurir barang, serta pembaca berita jadi lebih dari satu misal kegiatan yang telah diambil alih.

Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Namrole

Bahkan, kegiatan paling akhir yang dijelaskan itu sedang menjadi topik hangat. Salah satu stasiun pemancar televise di China, Xinhua News Agency, udah mengintroduksi reporter yang mengfungsikan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini nampak seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa pergantian besar bagi dunia usaha. Namun, bila ditelaah lebih jauh, pertumbuhan teknologi ini tak menghapus secara total kegunaan manusia, melainkan mampu memberikan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pengusaha sukses asal China, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, believe, berpikir nalar, kerja tim, dan peduli pada orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, aku pikir kita perlu mengajarkan siswa kekuatan selanjutnya guna meyakinkan bahwa manusia berlainan bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kepintaran akademik memang dibutuhkan oleh manusia untuk menyambut dunia kerja di jaman mendatang. Tapi, penguasaan soft skill termasuk memberi tambahan efek yang lumayan besar.

Pengunjung juga klik: Metode Mengenalkan Anak TK pada Matematika Dasar

Melalui kebolehan ini, manusia dapat lebih berpikir kritis, bersosialisasi, dan juga memecahkan tiap tiap kasus yang nampak bersama dengan pemikiran yang tidak bisa ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal dari persoalan tersebut, instansi pendidikan seharusnya udah menjadi berkhayal bagaimana caranya untuk membuahkan jebolan yang cocok keperluan zaman. Salah satu caranya ialah bersama dengan mengaplikasikan proses pendidikan yang mencakup semua aspek kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kemampuan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan segi akademik pelajar, tapi juga mengutamakan banyak ragam aspek kehidupan sehingga murid memiliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kemampuan bersosialisasi dan kemampuan tahu diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berasal dari permasalahan yang sering dijumpai kebanyakan orang sesudah masuk ke industry kerja.

Maka, saat anak udah masuk dunia kerja atau mempunyai jalinan yang luas bersama masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Misalnya, disaat ada persoalan dalam kerjasama tim, sangat tak mungkin menuntaskan persoalan hanya bersama dengan kapabilitas matematika.

Selain itu, saat ada persoalan di dalam suatu proyek, bukan kapabilitas sains yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir logis guna menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang sesudah itu disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah mestinya telah menerapkan Pendidikan Menyeluruh merasa berasal dari pendidikan anak usia dini.

Tujuannya sehingga anak-anak punya positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka terhitung kita bantu agar mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk terus belajar.

Dalam tipe Pendidikan Terintegrasi, siswa juga diajarkan untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pendamping siswa. Tugasnya mengimbuhkan bantuan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan beri tambahan sebagian umpama masalah yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini siswa menjadi lebih bias berpikir logis dan mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang telah diuraikan di atas, mesti dikerjakan karena perubahan jaman makin tak terkejar. Generasi penerus bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk dapat survive, generasi muda pun harus punya soft skill yang sanggup menunjang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka kudu mempunyai kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti kritis pada isi informasi selanjutnya supaya tidak enteng tergoda begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda waktu ini butuh kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, pas ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kekuatan berdiskusi dan bicara segera makin lama menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan memiliki pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang bakal ditemui pada masa depan bakal lebih berat. Dengan mempunyai kebolehan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat mudah terbujuk dan tak punya ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan tamatan yang diproduksi pun punyai kecerdasan seimbang, antara kebolehan akademik dan kapabilitas soft skill yang berwujud afektif. Dengan begini, kehadirannya tak bakal tersubstitusi walaupun teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi canggih menjamur pada masa yang akan datang.

Penulis adalah pembina kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Namrole

Leave a reply "Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Namrole"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor