Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Weda

107 views

Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Weda. Artificial Intelligence bisa saja terulang lagi akan mengambil alih banyak pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, travel wisata, kurir surat, dan juga pembaca berita jadi lebih dari satu contoh aktifitas yang sudah diambil alih.

Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Weda

Bahkan, kegiatan terakhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan khalayak ramai. Salah satu stasiun televisi di China Daratan, Xinhua News Agency, telah menginformasikan reporter yang mengfungsikan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini terlihat seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia pada umumnya.

Hal ini pasti membawa perubahan besar bagi dunia usaha. Tetapi, jikalau ditelaah lebih mendalam, perkembangan teknologi ini tak meleyapkan secara total fungsi manusia, melainkan mampu mengimbuhkan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis sukses asal Negri Panda, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, keyakinan, berpikir nalar, bekerja berkelompok, dan acuhkan pada orang lain adalah kekuatan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, aku pikir kita perlu mengajarkan anak-anak kebolehan selanjutnya untuk memastikan bahwa manusia berbeda bersama dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyambut dunia kerja di jaman mendatang. Tetapi, ketrampilan soft skill juga memberi tambahan dampak yang memadai besar.

Kunjungi juga: Cara Mudah Memahamkan Anak TK pada Matematika Dasar

Melalui kekuatan ini, manusia dapat lebih berpikir kritis, bersosialisasi, dan juga memecahkan tiap tiap masalah yang terlihat bersama analisis yang tidak bisa dikerjakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat dari masalah tersebut, instansi pendidikan seyogyanya telah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai keperluan zaman. Diantaranya adalah bersama dengan menerapkan sistem pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kapabilitas yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan holistik. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mengandalkan segi akademik pelajar, tetapi terhitung mengedepankan banyak ragam aspek kehidupan supaya pelajar memiliki perkembangan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kapabilitas bersosialisasi dan kapabilitas mengetahui diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berangkat dari masalah yang kerap dijumpai biasanya orang sehabis masuk ke industry kerja.

Maka dari itu, ketika pelajar udah masuk dunia kerja atau mempunyai jalinan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kebolehan akademik secara harfiah.

Contohnya, ketika ada masalah dalam team work, tidak mungkin menuntaskan masalah cuma dengan kekuatan matematika.

Lebih dari itu, dikala tersedia masalah didalam suatu project, bukan kapabilitas sains yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir nalar untuk menemukan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya penerapan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap tiap sekolah semestinya udah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan menjadi dari Pendidikan TK.

Tujuannya supaya siswa punya positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka termasuk kami bantu agar memiliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permintaan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Berkesinambungan, siswa juga dididik untuk selesaikan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi fasilitator siswa. Tugasnya memberikan perlindungan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan memberikan lebih dari satu contoh masalah yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini pelajar jadi lebih mampu berpikir logis dan membawa kebolehan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang sudah diuraikan di atas, wajib dilakukan gara-gara pergantian jaman semakin cepat. Generasi muda bangsa pun dituntut untuk ikuti arus perkembangan teknologi supaya tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi selagi ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi udah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk dapat survive, generasi muda pun mesti miliki soft skill yang bisa mendukung kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka perlu punya kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis pada isikan info selanjutnya supaya tidak ringan terpengaruh begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda saat ini perlu kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, sementara ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kemampuan berdiskusi dan berbicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kapabilitas untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini sebab tantangan yang bakal ditemui terhadap masa depan bakal lebih berat. Dengan miliki kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal mudah dipengaruhi serta tidak memiliki ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan jebolan yang diproduksi pun punyai kepintaran seimbang, pada kekuatan akademik dan kekuatan soft skill yang berwujud afektif. Dengan begini, kehadirannya tak dapat tersubstitusi walaupun teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi modern menjamur pada masa mendatang.

Penulis adalah pendamping kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Weda

Leave a reply "Harapan Pendidikan Anak Usia Dini di Weda"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor