Inovasi Pendidikan Di Indonesia

303 views

Inovasi Pendidikan Di Indonesia. Artificial Intelligence kemungkinan kembali dapat menggantikan banyak kegiatan yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, resepsionis, operator telepon, travel umroh, tukang pos, serta reporter berita menjadi sebagian misal kegiatan yang udah disita alih.

Inovasi Pendidikan Di Indonesia

Bahkan, aktifitas paling akhir yang dijelaskan itu sedang jadi perbincangan nasional. Salah satu stasiun pemancar televise di Negri Panda, Xinhua News Agency, sudah menginformasikan pembawa berita yang memakai teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini nampak layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai perubahan besar bagi dunia kerja professional. Tetapi, jikalau ditelaah lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak menghapus secara keseluruhan fungsi manusia, melainkan bisa mengimbuhkan peluang baru terhadap mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pengusaha sukses asal China Daratan, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Kebijaksanaan, believe, pola pikir, kerja tim, dan peduli terhadap orang lain adalah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, aku pikir kami wajib mengajarkan anak-anak kemampuan berikut guna menegaskan bahwa manusia berlainan bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyongsong dunia kerja di jaman mendatang. Namun demikian, penguasaan soft skill termasuk memberi tambahan efek yang memadai besar.

Pengunjung juga klik: Cara Sederhana Mengajarkan Anak Usia Dini pada Matematika Dasar

Melalui kapabilitas ini, manusia bisa lebih berpikir kritis, berinteraksi, dan juga memecahkan tiap tiap masalah yang nampak bersama analisis yang tidak dapat dijalankan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu makna akademisnya.

Berangkat dari problem tersebut, instansi pendidikan seharusnya sudah menjadi memikirkan bagaimana caranya untuk membuahkan tamatan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya ialah bersama dengan menerapkan sistem pendidikan yang termasuk semua aspek kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kemampuan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan segi akademik murid, tetapi juga menekankan bervariasi faktor kehidupan supaya anak mempunyai perkembangan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kemampuan berinteraksi dan kapabilitas sadar diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berangkat dari masalah yang sering dijumpai biasanya orang setelah masuk ke industry kerja.

Oleh sebab itu, kala anak sudah masuk dunia kerja atau mempunyai hubungan yang luas bersama masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Misalnya, ketika tersedia masalah dalam team work, tak mungkin menuntaskan masalah cuma bersama kapabilitas matematika.

Lebih dari itu, disaat ada masalah di dalam suatu proyek, bukan kekuatan sains yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir logis guna mendapatkan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap tiap sekolah harusnya sudah menerapkan Pendidikan Menyeluruh mulai dari early years.

Tujuannya supaya siswa memiliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka terhitung kita bantu supaya mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk terus belajar.

Dalam jenis Pendidikan Holistik, anak didik terhitung diajarkan guna menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi pendamping murid. Assessmentnya mengimbuhkan perlindungan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan menambahkan sebagian umpama kasus yang serupa.

Diharapkan bersama cara ini pelajar jadi lebih bias berpikir logis dan membawa kekuatan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, harus dilaksanakan dikarenakan perubahan jaman semakin tak terbendung. Generasi penerus bangsa pun dituntut untuk ikuti arus perkembangan teknologi agar tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi sudah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk sanggup survive, generasi muda pun wajib miliki soft skill yang bisa menolong kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka mesti miliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka Info yang didapatkan. Mereka pun harus logis terhadap isikan informasi selanjutnya supaya tidak enteng dipengaruhi begitu saja bersama berita hoaks.

Kedua, generasi muda kala ini butuh kekuatan komunikasi yang mumpuni. Sebab, selagi ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kapabilitas berdiskusi dan berkata langsung semakin menurun.

Ketiga, adalah kapabilitas untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang bakal dihadapi pada era depan bakal lebih berat. Dengan miliki kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal mudah terbujuk dan tidak miliki ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan tamatan yang diproduksi pun miliki kepandaian seimbang, antara kebolehan akademik dan kemampuan soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tak bakal tersubstitusi meskipun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih bertebaran dimana-mana pada era yang akan datang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Andragogia

Leave a reply "Inovasi Pendidikan Di Indonesia"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor