Jurnal Kesehatan Gizi Anak Usia Dini

104 views

Jurnal Kesehatan Gizi Anak Usia Dini. Artificial Intelligence kemungkinan kembali dapat menggantikan banyak pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Kasir, kasir bank, resepsionis, operator telepon, travel wisata, kurir surat, dan juga reporter berita jadi beberapa umpama kegiatan yang sudah disita alih.

Jurnal Kesehatan Gizi Anak Usia Dini

Bahkan, pekerjaan terakhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan internasional. Salah satu stasiun pemancar televise di China, Xinhua News Agency, udah memublikasikan reporter yang pakai teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini nampak layaknya pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama persis manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai pergantian besar bagi dunia kerja professional. Tapi, bila ditelaah lebih mendalam, perkembangan teknologi ini tak meleyapkan secara total manfaat manusia, melainkan bisa memberi tambahan peluang baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, believe, independen thinking, bekerja berkelompok, dan hiraukan terhadap orang lain adalah kebolehan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh sebab itu, saya pikir kami kudu mengajarkan pelajar kapabilitas selanjutnya guna meyakinkan bahwa manusia berlainan bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kemampuan akademik sesungguhnya diperlukan oleh manusia guna menyambut industry kerja di era mendatang. Namun, ketrampilan soft skill terhitung beri tambahan dampak yang lumayan besar.

Pengunjung juga klik: Cara Cepat Mengajarkan Anak PAUD pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kemampuan ini, manusia dapat lebih berpikir kritis, berkomunikasi, dan juga memecahkan setiap persoalan yang muncul bersama asumsi yang tidak bisa dilaksanakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berawal berasal dari persoalan tersebut, lembaga pendidikan seyogyanya telah jadi membayangkan bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya ialah bersama menerapkan sistem pendidikan yang termasuk seluruh faktor kehidupan, baik unggul pada segi akademik maupun kebolehan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak hanya mementingkan sisi kecerdasan akademik anak, tapi terhitung utamakan banyak variasi segi kehidupan sehingga murid memiliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kebolehan berinteraksi dan kekuatan menyadari diri.

Penerapan Pendidikan Berkesinambungan ini pun berangkat dari persoalan yang sering dijumpai kebanyakan orang sehabis masuk ke dunia usaha.

Maka dari itu, ketika siswa sudah masuk dunia kerja atau mempunyai interaksi yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, dikala tersedia persoalan di dalam kerjasama tim, tidak mungkin memecahkan persoalan hanya dengan kekuatan matematika.

Lebih dari itu, disaat ada kasus di dalam suatu proyek, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis guna mendapatkan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya penerapan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap-tiap sekolah harusnya telah menerapkan Pendidikan Holistik mulai dari PAUD.

Tujuannya agar anak-anak memiliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka termasuk kami bantu supaya memiliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permintaan untuk terus belajar.

Dalam model Pendidikan Menyeluruh, anak didik juga diajarkan untuk merampungkan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih menjadi pembimbing pelajar. Tugasnya mengimbuhkan dukungan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan beri tambahan sebagian umpama masalah yang serupa.

Diharapkan bersama dengan cara ini pelajar jadi lebih mampu berpikir logis dan membawa kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang telah dijelaskan di atas, perlu dilakukan karena perubahan jaman kian cepat. Generasi penerus bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi sehingga tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi udah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk sanggup survive, generasi muda pun perlu mempunyai soft skill yang sanggup menopang kehidupan era depannya.

Pertama, mereka wajib miliki kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyaring beragam Info yang didapatkan. Mereka pun perlu kritis terhadap isi informasi selanjutnya sehingga tidak enteng tergoda begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda pas ini butuh kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, selagi ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kapabilitas berdiskusi dan bicara segera jadi menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang akan ditemui terhadap masa depan dapat lebih berat. Dengan punya kebolehan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal mudah dipengaruhi serta tidak memiliki ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan jebolan yang dihasilkan pun miliki kejeniusan seimbang, antara kemampuan akademik dan kapabilitas soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tak akan tersubstitusi walau teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin canggih bertebaran di masa mendatang.

Penulis adalah konseptor kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Pengunjung Juga Mencari:

  • kesehatan dan gizi anak usia dini

Tags: #Pengertian Pendidikan Jasmani Pada Anak Usia Dini

Leave a reply "Jurnal Kesehatan Gizi Anak Usia Dini"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor