Jurnal Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Labuan Bajo

81 views

Jurnal Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Labuan Bajo. Artificial Intelligence kemungkinan terulang lagi akan menggantikan banyak pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, teller bank, customer support, operator telepon, travel wisata, kurir barang, serta reporter berita menjadi sebagian contoh aktifitas yang sudah diambil alih alih.

Jurnal Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Labuan Bajo

Bahkan, aktifitas terakhir yang dijelaskan itu sedang jadi topik hangat. sebuah stasiun televisi di Republik Rakyat China, Xinhua News Agency, telah memperkenalkan reporter yang gunakan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini kelihatan seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai perubahan besar bagi dunia usaha. Tapi, kalau ditelaah lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan faedah manusia, melainkan sanggup menambahkan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis berhasil asal Negri Panda, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, keyakinan, pola pikir, bekerja berkelompok, dan peduli pada orang lain ialah kemampuan yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh sebab itu, saya pikir kita kudu mengajarkan siswa kemampuan tersebut guna menegaskan bahwa manusia tidak sama bersama mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik memang diperlukan oleh manusia untuk menyongsong dunia usaha di jaman mendatang. Namun demikian, ketrampilan soft skill juga memberi tambahan efek yang lumayan besar.

Kunjungi juga: Cara Sederhana Mendidik Anak PAUD pada Matematika Dasar

Melalui kapabilitas ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berinteraksi, serta memecahkan tiap-tiap persoalan yang muncul dengan pemikiran yang tidak dapat ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal dari problem tersebut, instansi pendidikan seharusnya sudah terasa memikirkan bagaimana caranya untuk menghasilkan tamatan yang sesuai keperluan zaman. Salah satu caranya ialah bersama dengan mengaplikasikan sistem pendidikan yang termasuk seluruh segi kehidupan, baik unggul pada segi akademik maupun kekuatan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan holistik. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan segi akademik siswa, tapi terhitung mengutamakan bervariasi faktor kehidupan sehingga anak punyai perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kebolehan bersosialisasi dan kemampuan memahami diri.

Penerapan Pendidikan Menyeluruh ini pun berangkat dari permasalahan yang kerap ditemui biasanya orang setelah masuk ke dunia usaha.

Maka, kala murid sudah masuk dunia kerja atau membawa jalinan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kapabilitas akademik secara harfiah.

Misalnya, ketika ada masalah di dalam kerjasama tim, sangat tidak mungkin memecahkan kasus hanya dengan kapabilitas matematika.

Lebih dari itu, saat ada kasus dalam suatu proyek, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berinteraksi dan berpikir logis guna mendapatkan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap tiap sekolah mestinya sudah menerapkan Pendidikan Terintegrasi merasa berasal dari early years.

Tujuannya sehingga murid memiliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka juga kita bantu agar mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permintaan untuk konsisten belajar.

Dalam style Pendidikan Terintegrasi, pelajar terhitung dididik untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pembimbing murid. Assessmentnya menambahkan perlindungan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan memberi tambahan sebagian semisal masalah yang serupa.

Diharapkan bersama metode ini pelajar jadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kekuatan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah diuraikan di atas, perlu ditunaikan dikarenakan pergantian jaman makin cepat. Generasi muda bangsa pun dituntut untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi sehingga tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi kala ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi sudah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun wajib punyai soft skill yang mampu menolong kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka perlu memiliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun harus kritis terhadap mengisi info tersebut sehingga tidak gampang dipengaruhi begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda selagi ini butuh kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kebolehan berdiskusi dan berkata segera tambah menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini sebab tantangan yang bakal dihadapi pada jaman depan dapat lebih berat. Dengan punyai kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal mudah terbujuk dan tidak miliki ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan output yang diproduksi pun miliki kejeniusan seimbang, pada kebolehan akademik dan kemampuan soft skill yang berwujud afektif. Dengan demikian, keberadaannya tak dapat tersubstitusi kendati teknologi Kecerdasan Buatan dan mesin-mesin modern menjamur pada masa yang akan datang.

Penulis adalah pendamping kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Jurnal Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Labuan Bajo

Leave a reply "Jurnal Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Labuan Bajo"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor