Jurnal Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Halmahera Tengah

205 views

Jurnal Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Halmahera Tengah. Kecerdasan Buatan kemungkinan sebentar lagi dapat mengambil alih banyak pekerjaan yang dijalankan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, agen perjalanan, distributor surat, dan juga reporter berita menjadi beberapa semisal pekerjaan yang sudah diambil alih alih.

Jurnal Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Halmahera Tengah

Bahkan, pekerjaan terakhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan internasional. Salah satu stasiun pemancar televise di China, Xinhua News Agency, sudah memublikasikan pembawa berita yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini tampak seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai pergantian besar bagi dunia usaha. Tetapi, apabila ditelaah lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak menghilangkan secara keseluruhan faedah manusia, melainkan dapat memberikan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis berhasil asal Negri Panda, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, pola pikir, bekerja berkelompok, dan hiraukan terhadap orang lain adalah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh robot. Itu sebabnya, saya pikir kami mesti mengajarkan pelajar kebolehan selanjutnya guna memastikan bahwa manusia berlainan bersama mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kepintaran akademik memang dibutuhkan oleh manusia guna menyongsong dunia kerja di masa mendatang. Tapi, penguasaan soft skill juga menambahkan dampak yang memadai besar.

Kunjungi juga: Cara Mudah Mengajarkan Anak TK pada Matematika Awal

Dengan kekuatan ini, manusia mampu lebih berpikir logis, berkomunikasi, serta memecahkan tiap-tiap kasus yang nampak dengan asumsi yang tidak dapat dilakukan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu makna akademisnya.

Berangkat berasal dari masalah itu, lembaga pendidikan sebaiknya sudah terasa membayangkan bagaimana caranya untuk menghasilkan tamatan yang sesuai keperluan zaman. Salah satu caranya adalah bersama dengan menerapkan proses pendidikan yang mencakup semua faktor kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kebolehan yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan sisi akademik pelajar, tetapi terhitung mengedepankan banyak ragam aspek kehidupan sehingga murid miliki perkembangan yang seimbang. Dalam perihal ini layaknya penguasaan kebolehan berinteraksi dan kapabilitas jelas diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berasal dari masalah yang sering ditemui umumnya orang sesudah masuk ke dunia kerja.

Maka dari itu, saat siswa telah masuk dunia kerja atau membawa jalinan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, saat ada masalah di dalam kerjasama tim, tak mungkin menuntaskan masalah cuma bersama kebolehan matematika.

Lebih dari itu, ketika tersedia masalah dalam suatu project, bukan kebolehan sains yang ditunjukkan, melainkan langkah berinteraksi dan berpikir logis guna menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah harusnya telah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan merasa berasal dari PAUD.

Tujuannya supaya anak-anak punyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka terhitung kami bantu agar mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permohonan untuk terus belajar.

Dalam style Pendidikan Berkesinambungan, pelajar juga dididik guna merampungkan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi fasilitator anak. Tugasnya beri tambahan perlindungan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan memberikan lebih dari satu misal persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini anak menjadi lebih mampu berpikir nalar dan mempunyai kemampuan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, kudu dilaksanakan dikarenakan perubahan zaman kian tak terbendung. Generasi muda bangsa pun dituntut untuk ikuti arus perkembangan teknologi supaya tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi udah menempel pada kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun kudu miliki soft skill yang dapat mendukung kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka kudu punyai kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun kudu logis pada isi informasi selanjutnya agar tidak mudah tergoda begitu saja bersama dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda saat ini butuh kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, waktu ini mereka condong berkomunikasi secara digital sehingga kapabilitas berdiskusi dan berkata segera makin lama menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini dikarenakan tantangan yang dapat ditemui pada masa depan akan lebih berat. Dengan mempunyai kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat gampang tergoda serta tak miliki ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan output yang dihasilkan pun punya kepintaran seimbang, antara kebolehan akademik dan kebolehan soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak bakal tergantikan biarpun teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin canggih bertebaran dimana-mana pada era mendatang.

Penulis adalah pencetus kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Jurnal Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Halmahera Tengah

Leave a reply "Jurnal Nasional Pendidikan Anak Usia Dini di Halmahera Tengah"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor