Jurnal Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Nunukan

324 views

Jurnal Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Nunukan. Artificial Intelligence kemungkinan terulang lagi bakal menggantikan banyak pekerjaan yang dijalankan oleh manusia. Kasir, teller bank, customer support, penerima telepon, travel wisata, distributor surat, serta pembaca berita jadi beberapa misal pekerjaan yang telah diambil alih.

Jurnal Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Nunukan

Bahkan, kegiatan paling akhir yang disebutkan itu tengah jadi perbincangan khalayak ramai. Salah satu stasiun televisi di Negri Panda, Xinhua News Agency, udah mengintroduksi pembawa berita yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini nampak seperti pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama seperti manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi dunia usaha. Tetapi, apabila diteliti lebih jauh, perkembangan teknologi ini tak menghapus secara total faedah manusia, melainkan sanggup menambahkan peluang baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis sukses asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, keyakinan, logic thinking, kerja tim, dan peduli terhadap orang lain ialah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh sebab itu, aku pikir kami perlu mengajarkan pelajar kekuatan selanjutnya guna menegaskan bahwa manusia berlainan bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik sebetulnya dibutuhkan oleh manusia untuk menyongsong dunia usaha di jaman mendatang. Tapi, ketrampilan soft skill juga menambahkan pengaruh yang cukup besar.

Pengunjung juga klik: Cara Mendidik Anak Usia Dini pada Matematika Awal

Melalui kapabilitas ini, manusia mampu lebih berpikir logis, berkomunikasi, dan juga memecahkan tiap tiap masalah yang terlihat bersama analisis yang tidak mampu dilaksanakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat dari problem tersebut, lembaga pendidikan seharusnya telah terasa mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan jebolan yang cocok kebutuhan zaman. Diantaranya adalah dengan mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup semua aspek kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kapabilitas yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan segi akademik siswa, namun termasuk mengedepankan banyak ragam segi kehidupan agar murid punyai pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kemampuan bersosialisasi dan kekuatan menyadari diri.

Penerapan Pendidikan Berkesinambungan ini pun berangkat dari persoalan yang kerap dijumpai biasanya orang sehabis masuk ke dunia usaha.

Jadi, ketika anak udah masuk dunia kerja atau mempunyai hubungan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kapabilitas akademik secara harfiah.

Misalnya, ketika ada kasus didalam kerja tim, tidak mungkin menyelesaikan kasus cuma bersama kemampuan matematika.

Selain itu, dikala tersedia persoalan didalam suatu proyek, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis guna menemukan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya penerapan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap tiap sekolah harusnya sudah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan terasa dari Pendidikan TK.

Tujuannya supaya siswa punya positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka termasuk kami bantu supaya mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk tetap belajar.

Dalam tipe Pendidikan Holistik, pelajar juga dididik guna menyelesaikan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi pembimbing murid. Tugasnya memberikan dukungan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi 2 arah, dan beri tambahan beberapa misal kasus yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini murid menjadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kebolehan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang udah dijelaskan di atas, mesti dijalankan karena perubahan zaman kian tak terbendung. Generasi penerus bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus perkembangan teknologi agar tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah menempel pada kehidupan sehari-hari. Untuk dapat survive, generasi muda pun wajib memiliki soft skill yang bisa membantu kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka mesti punyai kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka Info yang didapatkan. Mereka pun wajib logis pada mengisi informasi selanjutnya agar tidak gampang terbujuk begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda sementara ini butuh kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, waktu ini mereka condong berkomunikasi secara digital supaya kebolehan berdiskusi dan berbicara segera jadi menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan punya pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang bakal ditemui pada era depan bakal lebih berat. Dengan punyai kebolehan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal mudah terpengaruh serta tidak memiliki ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan jebolan yang diproduksi pun punya kejeniusan seimbang, antara kebolehan akademik dan kapabilitas soft skill yang berwujud afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak bakal tergantikan walaupun teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin modern bertebaran pada masa mendatang.

Penulis adalah pembimbing kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Jurnal Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Nunukan

Leave a reply "Jurnal Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Nunukan"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor