Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli di Hulu Sungai Tengah

Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli di Hulu Sungai Tengah. Kecerdasan Buatan bisa saja terulang lagi akan mengambil alih banyak kegiatan yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, teller bank, customer support, operator telepon, travel wisata, distributor surat, dan juga reporter berita menjadi sebagian semisal kegiatan yang sudah diambil alih.

Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli di Hulu Sungai Tengah

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang disebutkan itu tengah menjadi perbincangan internasional. Salah satu stasiun pemancar televise di Republik Rakyat China, Xinhua News Agency, udah menghadirkan pembawa berita yang pakai teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini tampak seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya tak ubahnya manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini pasti membawa perubahan besar bagi industry kerja. Tetapi, bila ditelaah lebih seksama, pertumbuhan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan manfaat manusia, melainkan mampu memberi tambahan peluang baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, keyakinan, logic thinking, bekerja berkelompok, dan pikirkan terhadap orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Oleh karena itu, aku pikir kami harus mengajarkan anak-anak kapabilitas tersebut untuk meyakinkan bahwa manusia berbeda dengan mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kejeniusan akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia guna menyongsong dunia usaha di jaman mendatang. Tapi, ketrampilan soft skill terhitung memberikan efek yang cukup besar.

Pengunjung juga klik: Cara Mudah Mengajarkan Anak TK pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kebolehan ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berkomunikasi, dan juga memecahkan setiap masalah yang muncul bersama asumsi yang tidak mampu ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat berasal dari problem tersebut, instansi pendidikan sebaiknya telah merasa mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan jebolan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya adalah dengan mengaplikasikan proses pendidikan yang termasuk semua segi kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kekuatan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan holistik. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak hanya mementingkan sisi kecerdasan akademik murid, namun termasuk tekankan beragam segi kehidupan agar anak memiliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kekuatan bersosialisasi dan kemampuan paham diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berangkat dari problem yang kerap ditemui biasanya orang sehabis masuk ke dunia kerja.

Oleh sebab itu, kala pelajar udah masuk dunia kerja atau membawa hubungan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kebolehan akademik secara harfiah.

Contohnya, disaat tersedia masalah didalam team work, sangat tidak mungkin menyelesaikan kasus cuma bersama kekuatan matematika.

Selain itu, disaat tersedia masalah di dalam suatu project, bukan kemampuan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis untuk mendapatkan problem solving yang diperlukan.

Hal ini yang sesudah itu disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap tiap sekolah semestinya sudah menerapkan Pendidikan Holistik terasa dari early years.

Tujuannya sehingga murid mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka juga kami bantu sehingga punya resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permohonan untuk terus belajar.

Dalam tipe Pendidikan Terintegrasi, siswa terhitung dididik guna menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih menjadi pendamping siswa. Assessmentnya beri tambahan pertolongan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi 2 arah, dan memberi tambahan lebih dari satu semisal persoalan yang serupa.

Diharapkan bersama dengan metode ini siswa menjadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kekuatan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah diuraikan di atas, mesti dilaksanakan karena pergantian zaman makin tak terkejar. Generasi penerus bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus perkembangan teknologi agar tidak tersesat di kemudian hari.

Apalagi waktu ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi udah menempel pada kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun mesti punya soft skill yang bisa menunjang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka perlu miliki kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring bermacam informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis terhadap isikan informasi selanjutnya agar tidak ringan dipengaruhi begitu saja dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda saat ini perlu kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kekuatan berdiskusi dan berbicara segera semakin menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang akan dihadapi pada masa depan bakal lebih berat. Dengan punya kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat enteng terbujuk dan tak punya ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang dihasilkan pun mempunyai kecerdasan seimbang, pada kapabilitas akademik dan kebolehan soft skill yang bersifat afektif. Dengan demikian, kehadirannya tak akan tergantikan meskipun teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin modern bertebaran pada jaman mendatang.

Penulis adalah pencetus kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli di Hulu Sungai Tengah

Leave a reply "Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli di Hulu Sungai Tengah"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor