Konsep Dasar Pengembangan Pendidikan Ekonomi

20 views

Konsep Dasar Pengembangan Pendidikan Ekonomi. Kecerdasan Buatan bisa saja sebentar lagi akan mengambil alih banyak aktifitas yang dijalankan oleh manusia. Kasir, kasir bank, resepsionis, penerima telepon, travel umroh, tukang pos, dan juga reporter berita menjadi beberapa misal pekerjaan yang sudah diambil alih.

Konsep Dasar Pengembangan Pendidikan Ekonomi

Bahkan, aktifitas terakhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan nasional. sebuah stasiun televisi di Negri Panda, Xinhua News Agency, sudah mengintroduksi reporter yang menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini nampak layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai pergantian besar bagi dunia usaha. Namun, kalau diteliti lebih seksama, pertumbuhan teknologi ini tak menghilangkan secara total fungsi manusia, melainkan bisa menambahkan peluang baru pada mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pebisnis berhasil asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, believe, berpikir nalar, kerja tim, dan peduli pada orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Oleh karena itu, saya pikir kami mesti mengajarkan anak-anak kebolehan berikut guna meyakinkan bahwa manusia berlainan dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik sebetulnya dibutuhkan oleh manusia untuk menyongsong dunia kerja di jaman mendatang. Tapi, ketrampilan soft skill termasuk beri tambahan efek yang lumayan besar.

Kunjungi juga: Cara Sederhana Mengajarkan Anak PAUD pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kapabilitas ini, manusia mampu lebih berpikir logis, bersosialisasi, serta memecahkan setiap persoalan yang terlihat dengan asumsi yang tidak sanggup dijalankan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal berasal dari persoalan itu, instansi pendidikan seyogyanya udah jadi mengayalkan bagaimana caranya untuk membuahkan tamatan yang sesuai kebutuhan zaman. Salah satu caranya adalah bersama mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup semua faktor kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kebolehan yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan sisi akademik pelajar, tapi juga mengutamakan beragam segi kehidupan sehingga siswa punya perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kebolehan bersosialisasi dan kemampuan mengerti diri.

Penerapan Pendidikan Berkesinambungan ini pun berasal dari problem yang sering dijumpai umumnya orang sesudah masuk ke industry kerja.

Oleh sebab itu, dikala murid sudah masuk dunia kerja atau membawa jalinan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, disaat ada masalah dalam kerja tim, tak mungkin menyelesaikan persoalan hanya dengan kemampuan matematika.

Selain itu, dikala ada persoalan di dalam suatu proyek, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis untuk mendapatkan problem solving yang diperlukan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, tiap tiap sekolah harusnya sudah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan terasa berasal dari PAUD.

Tujuannya supaya murid punya positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka termasuk kita bantu agar punya resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk terus belajar.

Dalam style Pendidikan Holistik, siswa juga diajarkan untuk selesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pembimbing siswa. Tugasnya menambahkan pertolongan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan memberi tambahan beberapa contoh masalah yang serupa.

Diharapkan bersama dengan metode ini pelajar menjadi lebih bias berpikir logis dan membawa kekuatan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang sudah diuraikan di atas, mesti dilaksanakan gara-gara perubahan zaman makin tak terkejar. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun mesti miliki soft skill yang mampu menopang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus punyai kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai Info yang didapatkan. Mereka pun kudu logis terhadap isi info selanjutnya supaya tidak gampang terpengaruh begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda kala ini perlu kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, pas ini mereka condong berkomunikasi secara digital sehingga kemampuan berdiskusi dan bicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan punya pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang dapat dihadapi pada era depan akan lebih berat. Dengan punya kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal gampang terpengaruh serta tidak memiliki ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan output yang diproduksi pun mempunyai kejeniusan seimbang, pada kapabilitas akademik dan kebolehan soft skill yang berupa afektif. Dengan demikian, kehadirannya tidak dapat tergantikan meskipun teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi canggih bertebaran dimana-mana pada era mendatang.

Penulis adalah pencetus kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Makalah Konsep Dasar Sejarah Pendidikan Islam

Leave a reply "Konsep Dasar Pengembangan Pendidikan Ekonomi"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor