Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013

288 views

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013. Artificial Intelligence kemungkinan sebentar lagi bakal mengambil alih banyak aktifitas yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, travel umroh, kurir barang, dan juga reporter berita menjadi beberapa contoh kegiatan yang udah diambil alih.

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013

Bahkan, pekerjaan terakhir yang disebutkan itu sedang jadi perbincangan internasional. sebuah stasiun pemancar televise di China Daratan, Xinhua News Agency, sudah mempromosikan reporter yang gunakan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini terlihat layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa pergantian besar bagi dunia usaha. Tetapi, apabila ditelaah lebih jauh, pertumbuhan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan manfaat manusia, melainkan dapat mengimbuhkan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang diungkapkan oleh entrepreneur sukses asal Negri Panda, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, believe, logic thinking, kerjasama tim, dan acuhkan terhadap orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Itu sebabnya, saya pikir kita mesti mengajarkan murid kemampuan berikut guna memastikan bahwa manusia tidak serupa dengan mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik sebenarnya diperlukan oleh manusia guna menyambut dunia usaha di masa mendatang. Namun demikian, penguasaan soft skill terhitung mengimbuhkan dampak yang memadai besar.

Baca juga: Cara Sederhana Mengenalkan Anak Usia Dini pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kebolehan ini, manusia bisa lebih berpikir kritis, bersosialisasi, dan juga memecahkan setiap masalah yang keluar bersama kesimpulan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu makna akademisnya.

Berangkat dari persoalan itu, instansi pendidikan seharusnya udah mulai berkhayal bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya ialah bersama dengan mengaplikasikan proses pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kekuatan yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan sisi kecerdasan akademik pelajar, tapi termasuk utamakan begitu banyak ragam faktor kehidupan supaya siswa mempunyai pertumbuhan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kapabilitas berinteraksi dan kebolehan jelas diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berasal dari persoalan yang sering ditemui biasanya orang sesudah masuk ke dunia usaha.

Maka dari itu, saat anak sudah masuk dunia kerja atau membawa hubungan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Contohnya, ketika tersedia persoalan dalam kerjasama tim, tidak mungkin menuntaskan masalah cuma bersama kebolehan matematika.

Selain itu, saat ada masalah dalam suatu project, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir nalar guna mendapatkan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang sesudah itu disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap tiap sekolah mestinya udah menerapkan Pendidikan Holistik merasa dari early years.

Tujuannya agar pelajar punya positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka juga kami bantu sehingga punya resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permohonan untuk tetap belajar.

Dalam style Pendidikan Holistik, pelajar terhitung diajarkan untuk selesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pendamping siswa. Tugasnya mengimbuhkan perlindungan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan mengimbuhkan beberapa misal persoalan yang serupa.

Diharapkan bersama metode ini anak menjadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kebolehan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah diuraikan di atas, perlu dikerjakan karena pergantian zaman makin pesat. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi sehingga tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi telah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk sanggup survive, generasi muda pun wajib memiliki soft skill yang mampu membantu kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka harus punyai kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib logis terhadap isi informasi berikut supaya tidak gampang tergoda begitu saja bersama berita bohong.

Kedua, generasi muda sementara ini perlu kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, sementara ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kebolehan berdiskusi dan bicara langsung semakin menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan memiliki pendirian yang teguh. Hal ini dikarenakan tantangan yang akan dihadapi pada era depan dapat lebih berat. Dengan miliki kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat mudah tergoda serta tak memiliki ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan keluaran yang dihasilkan pun punyai kepandaian seimbang, pada kapabilitas akademik dan kekuatan soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, keberadaannya tak akan tergantikan meskipun teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi modern menjamur dimana-mana pada masa yang akan datang.

Penulis adalah pembimbing kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Bagaimana Ciri-Ciri Pendidikan Informal Pada Zaman Pendidikan Primitif

Leave a reply "Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini 2013"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor