Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Saumlaki

72 views

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Saumlaki. Kecerdasan Buatan mungkin sebentar lagi akan menukar banyak kegiatan yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, teller bank, resepsionis, operator telepon, agen perjalanan, distributor surat, serta reporter berita jadi lebih dari satu semisal pekerjaan yang sudah disita alih.

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Saumlaki

Bahkan, aktifitas terakhir yang dijelaskan itu tengah menjadi perbincangan internasional. sebuah stasiun televisi di Negri Tirai Bambu, Xinhua News Agency, udah menghadirkan pembawa berita yang manfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Pembawa berita ini kelihatan seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai pergantian besar bagi dunia usaha. Tapi, andaikata diteliti lebih jauh, perkembangan teknologi ini tak menghilangkan secara keseluruhan kegunaan manusia, melainkan bisa memberikan peluang baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh pengusaha sukses asal China, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, believe, logic thinking, kerjasama tim, dan hiraukan pada orang lain adalah kekuatan yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh sebab itu, saya pikir kita perlu mengajarkan anak-anak kapabilitas berikut untuk memastikan bahwa manusia berlainan dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik sesungguhnya diperlukan oleh manusia guna menyongsong dunia kerja di jaman mendatang. Tapi, penguasaan soft skill termasuk mengimbuhkan pengaruh yang cukup besar.

Baca juga: Cara Cepat Mengajarkan Anak PAUD pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kapabilitas ini, manusia dapat lebih berpikir logis, bersosialisasi, dan juga memecahkan tiap-tiap masalah yang nampak bersama pemikiran yang tidak sanggup dilaksanakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat dari problem tersebut, lembaga pendidikan seyogyanya sudah jadi memikirkan bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai keperluan zaman. Diantaranya ialah dengan menerapkan sistem pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kapabilitas yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mengandalkan sisi akademik pelajar, namun terhitung utamakan bervariasi segi kehidupan sehingga pelajar punya pertumbuhan yang seimbang. Dalam perihal ini layaknya penguasaan kebolehan bersosialisasi dan kebolehan sadar diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berasal dari permasalahan yang sering ditemui biasanya orang sehabis masuk ke dunia usaha.

Maka dari itu, disaat murid udah masuk dunia kerja atau mempunyai interaksi yang luas dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Misalnya, ketika ada persoalan didalam team work, sangat tidak mungkin memecahkan masalah hanya bersama dengan kekuatan matematika.

Lebih dari itu, kala ada kasus di dalam suatu proyek, bukan kemampuan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir nalar guna mendapatkan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya penerapan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah mestinya telah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan mulai berasal dari early years.

Tujuannya sehingga siswa miliki positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka terhitung kita bantu agar miliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk tetap belajar.

Dalam style Pendidikan Terintegrasi, siswa terhitung dididik guna menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih menjadi penengah siswa. Assessmentnya mengimbuhkan perlindungan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan mengimbuhkan lebih dari satu perumpamaan persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini anak menjadi lebih bias berpikir nalar dan membawa kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, kudu dilakukan sebab perubahan zaman semakin pesat. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk ikuti arus perkembangan teknologi agar tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi selagi ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi sudah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk sanggup survive, generasi muda pun harus miliki soft skill yang sanggup menolong kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka mesti memiliki kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis pada mengisi informasi tersebut sehingga tidak mudah terpengaruh begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda waktu ini perlu kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, pas ini mereka condong berkomunikasi secara digital supaya kekuatan berdiskusi dan berkata segera semakin menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang bakal ditemui pada jaman depan akan lebih berat. Dengan punya kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat enteng tergoda dan tidak miliki ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang diproduksi pun mempunyai kejeniusan seimbang, pada kemampuan akademik dan kebolehan soft skill yang berwujud afektif. Dengan demikian, kehadirannya tak akan tersubstitusi walau teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin canggih menjamur pada jaman yang akan datang.

Penulis adalah pembimbing kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Saumlaki

Leave a reply "Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Saumlaki"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor