Lagu Pendidikan Anak Usia Dini di Singkawang

239 views

Lagu Pendidikan Anak Usia Dini di Singkawang. Artificial Intelligence barangkali kembali akan mengambil alih banyak pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, penerima pelanggan, operator telepon, travel umroh, kurir surat, serta reporter berita menjadi beberapa contoh aktifitas yang sudah diambil alih alih.

Lagu Pendidikan Anak Usia Dini di Singkawang

Bahkan, kegiatan paling akhir yang disebutkan itu tengah menjadi perbincangan nasional. Salah satu stasiun pemancar televise di China, Xinhua News Agency, udah mengintroduksi pembawa berita yang memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini kelihatan layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama seperti manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi dunia kerja professional. Namun, jika diteliti lebih seksama, pertumbuhan teknologi ini tak meleyapkan secara keseluruhan manfaat manusia, melainkan sanggup mengimbuhkan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur berhasil asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, believe, logic thinking, team work, dan peduli pada orang lain ialah kebolehan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh sebab itu, saya pikir kami kudu mengajarkan anak-anak kekuatan tersebut untuk meyakinkan bahwa manusia tidak serupa bersama dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kemampuan akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyongsong dunia usaha di masa mendatang. Namun, penguasaan soft skill termasuk beri tambahan efek yang memadai besar.

Baca juga: Cara Sederhana Mengajarkan Anak PAUD pada Teknik Berhitung Mudah

Melalui kemampuan ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berkomunikasi, serta memecahkan tiap-tiap masalah yang muncul dengan anggapan yang tidak mampu ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat dari masalah itu, lembaga pendidikan seharusnya udah jadi memikirkan bagaimana caranya untuk membuahkan jebolan yang cocok keperluan zaman. Salah satu caranya adalah bersama mengaplikasikan proses pendidikan yang mencakup semua faktor kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kekuatan yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi akademik siswa, namun juga utamakan banyak variasi faktor kehidupan supaya siswa punya perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kekuatan berinteraksi dan kekuatan jelas diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berangkat dari problem yang kerap dijumpai kebanyakan orang sesudah masuk ke dunia usaha.

Maka, ketika anak telah masuk dunia kerja atau mempunyai interaksi yang luas dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kebolehan akademik secara harfiah.

Contohnya, saat ada persoalan didalam team work, sangat tak mungkin memecahkan persoalan cuma bersama dengan kapabilitas matematika.

Selain itu, dikala tersedia kasus didalam suatu proyek, bukan kapabilitas sains yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir logis guna mendapatkan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya mengaplikasikan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, tiap-tiap sekolah mestinya sudah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan jadi dari pendidikan anak umur dini.

Tujuannya sehingga pelajar memiliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka terhitung kita bantu supaya mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Menyeluruh, anak didik termasuk diajarkan untuk selesaikan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi penengah anak. Assessmentnya mengimbuhkan bantuan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan beri tambahan beberapa semisal kasus yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini anak jadi lebih bias berpikir logis dan mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang udah dijelaskan di atas, kudu dilakukan sebab pergantian jaman makin pesat. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun mesti memiliki soft skill yang sanggup mendukung kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka mesti punyai kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring beragam informasi yang didapatkan. Mereka pun kudu logis pada isikan info tersebut agar tidak mudah tergoda begitu saja bersama berita bohong.

Kedua, generasi muda waktu ini butuh kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, sementara ini mereka condong berkomunikasi secara digital sehingga kapabilitas berdiskusi dan bicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang bakal dihadapi pada masa depan akan lebih berat. Dengan memiliki kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal ringan dipengaruhi dan tak memiliki ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan keluaran yang diproduksi pun miliki kepandaian seimbang, pada kapabilitas akademik dan kemampuan soft skill yang berwujud afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak akan tergantikan biarpun teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin modern menjamur pada masa mendatang.

Penulis adalah pendamping kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Lagu Pendidikan Anak Usia Dini di Singkawang

Leave a reply "Lagu Pendidikan Anak Usia Dini di Singkawang"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor