Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini di Ende

203 views

Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini di Ende. Kecerdasan Buatan kemungkinan sebentar lagi dapat menukar banyak pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Kasir, teller bank, customer support, operator telepon, agen perjalanan, tukang pos, dan juga pembaca berita menjadi beberapa misal pekerjaan yang udah diambil alih.

Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini di Ende

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang dijelaskan itu sedang menjadi perbincangan nasional. sebuah stasiun pemancar televise di Republik Rakyat China, Xinhua News Agency, telah menghadirkan reporter yang gunakan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini kelihatan layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa pergantian besar bagi industry kerja. Tetapi, sekiranya ditelaah lebih jauh, pertumbuhan teknologi ini tak menghilangkan secara total kegunaan manusia, melainkan bisa mengimbuhkan peluang baru pada mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pebisnis berhasil asal China Daratan, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, logic thinking, kerja tim, dan hiraukan terhadap orang lain adalah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh robot. Itu sebabnya, aku pikir kita mesti mengajarkan anak-anak kemampuan tersebut guna menegaskan bahwa manusia tidak sama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kepintaran akademik memang diperlukan oleh manusia guna menyambut industry kerja di jaman mendatang. Namun, penguasaan soft skill termasuk beri tambahan pengaruh yang cukup besar.

Artikel keren lainnya: Cara Sederhana Mendidik Anak PAUD pada Matematika Dasar

Melalui kebolehan ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berkomunikasi, serta memecahkan setiap kasus yang terlihat bersama dengan analisis yang tidak mampu ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal dari masalah tersebut, instansi pendidikan sebaiknya sudah merasa berkhayal bagaimana caranya untuk membuahkan lulusan yang cocok kebutuhan saat ini dan mendatang. Diantaranya ialah bersama dengan menerapkan proses pendidikan yang termasuk semua faktor kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kebolehan yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan holistik. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak hanya mementingkan segi kecerdasan akademik pelajar, namun juga tekankan beragam aspek kehidupan supaya anak punya pertumbuhan yang seimbang. Dalam perihal ini layaknya penguasaan kebolehan berinteraksi dan kapabilitas memahami diri.

Penerapan Pendidikan Berkesinambungan ini pun berangkat dari persoalan yang kerap dijumpai umumnya orang sehabis masuk ke dunia kerja.

Maka, saat anak telah masuk dunia kerja atau membawa hubungan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kapabilitas akademik secara harfiah.

Misalnya, disaat tersedia persoalan didalam team work, sangat tak mungkin menuntaskan persoalan hanya dengan kemampuan matematika.

Selain itu, saat ada persoalan didalam suatu proyek, bukan kemampuan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis guna menemukan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah mestinya udah menerapkan Pendidikan Menyeluruh terasa berasal dari pendidikan anak usia dini.

Tujuannya sehingga anak-anak miliki positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka termasuk kami bantu sehingga mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Holistik, siswa juga diajarkan untuk merampungkan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi pembimbing siswa. Assessmentnya memberi tambahan bantuan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan menambahkan lebih dari satu contoh kasus yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini murid menjadi lebih bias berpikir logis dan mempunyai kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang udah dijelaskan di atas, mesti dilaksanakan karena pergantian zaman kian tak terkejar. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi pas ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi udah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun perlu miliki soft skill yang sanggup membantu kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka wajib miliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring bermacam informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis pada isikan info selanjutnya agar tidak gampang tergoda begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda pas ini perlu kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital sehingga kapabilitas berdiskusi dan bicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan memiliki pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang dapat ditemui pada masa depan dapat lebih berat. Dengan memiliki kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal ringan dipengaruhi dan tak punya ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan output yang dihasilkan pun punyai kepintaran seimbang, pada kapabilitas akademik dan kekuatan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan demikian, keberadaannya tak dapat tersubstitusi walaupun teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin modern menjamur dimana-mana pada era mendatang.

Penulis adalah konseptor kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini di Ende

Leave a reply "Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini di Ende"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor