Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam di Tanjung Redeb

Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam di Tanjung Redeb. Kecerdasan Buatan barangkali kembali dapat mengambil alih banyak aktifitas yang dijalankan oleh manusia. Kasir, teller bank, penerima pelanggan, penerima telepon, travel wisata, distributor surat, serta pembaca berita jadi beberapa contoh aktifitas yang udah diambil alih alih.

Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam di Tanjung Redeb

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang dijelaskan itu sedang jadi topik hangat. sebuah stasiun televisi di China Daratan, Xinhua News Agency, udah menghadirkan pembawa berita yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Pembawa berita ini terlihat layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa pergantian besar bagi dunia kerja professional. Tapi, andaikan diteliti lebih seksama, perkembangan teknologi ini tak menghapus secara total faedah manusia, melainkan dapat menambahkan peluang baru terhadap mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pengusaha berhasil asal Negri Panda, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, believe, berpikir logis, bekerja berkelompok, dan pikirkan pada orang lain adalah kemampuan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, saya pikir kami mesti mengajarkan anak-anak kebolehan tersebut guna menegaskan bahwa manusia tidak serupa bersama mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyambut dunia kerja di jaman mendatang. Tetapi, penguasaan soft skill juga menambahkan dampak yang cukup besar.

Artikel keren lainnya: Cara Cepat Mengajarkan Anak TK pada Matematika Awal

Dengan kemampuan ini, manusia bisa lebih berpikir logis, bersosialisasi, dan juga memecahkan setiap persoalan yang keluar dengan pemikiran yang tidak sanggup dikerjakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, instansi pendidikan seharusnya udah mulai mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan tamatan yang sesuai kebutuhan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya ialah bersama dengan menerapkan proses pendidikan yang termasuk semua segi kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kebolehan yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan segi kecerdasan akademik anak, namun terhitung utamakan bervariasi faktor kehidupan agar siswa miliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kekuatan berinteraksi dan kapabilitas jelas diri.

Penerapan Pendidikan Menyeluruh ini pun berangkat dari permasalahan yang sering dijumpai kebanyakan orang setelah masuk ke dunia usaha.

Jadi, kala siswa telah masuk dunia kerja atau membawa hubungan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, kala tersedia kasus didalam team work, sangat tak mungkin memecahkan masalah hanya dengan kemampuan matematika.

Lebih dari itu, saat tersedia kasus dalam suatu project, bukan kebolehan sains yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis untuk menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap tiap sekolah harusnya udah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan menjadi berasal dari PAUD.

Tujuannya agar pelajar mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka juga kami bantu supaya punya resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permohonan untuk konsisten belajar.

Dalam tipe Pendidikan Menyeluruh, anak didik terhitung diajarkan guna menyelesaikan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih menjadi pembimbing murid. Assessmentnya menambahkan pemberian bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan memberikan lebih dari satu umpama persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini murid menjadi lebih mampu berpikir logis dan mempunyai kapabilitas berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, kudu dijalankan dikarenakan perubahan jaman kian tak terbendung. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak tersesat di kemudian hari.

Apalagi kala ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah menempel pada kehidupan sehari-hari. Untuk sanggup survive, generasi muda pun harus memiliki soft skill yang mampu mendukung kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus miliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring beragam informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib kritis terhadap mengisi informasi berikut agar tidak gampang tergoda begitu saja dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda saat ini butuh kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kemampuan berdiskusi dan bicara langsung jadi menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan punya pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang dapat ditemui pada era depan akan lebih berat. Dengan punya kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat enteng dipengaruhi serta tidak punya ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan jebolan yang diproduksi pun punyai kecerdasan seimbang, antara kapabilitas akademik dan kekuatan soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak akan tersubstitusi walau teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi canggih menjamur dimana-mana di jaman mendatang.

Penulis adalah pembimbing kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam di Tanjung Redeb

Leave a reply "Makalah Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Pandangan Islam di Tanjung Redeb"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor