Mata Kuliah Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Bontang

37 views

Mata Kuliah Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Bontang. Artificial Intelligence kemungkinan sebentar lagi bakal menggantikan banyak aktifitas yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, resepsionis, penerima telepon, travel umroh, kurir surat, serta reporter berita menjadi beberapa misal pekerjaan yang udah diambil alih alih.

Mata Kuliah Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Bontang

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang dijelaskan itu sedang jadi perbincangan khalayak ramai. sebuah stasiun pemancar televise di China, Xinhua News Agency, telah mempromosikan pembawa berita yang mengfungsikan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini tampak layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai pergantian besar bagi industry kerja. Tetapi, kalau ditelaah lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak menghapus secara total kegunaan manusia, melainkan sanggup mengimbuhkan peluang baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pengusaha sukses asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, keyakinan, berpikir logis, team work, dan peduli terhadap orang lain adalah kekuatan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Itu sebabnya, saya pikir kita wajib mengajarkan siswa kebolehan selanjutnya guna memastikan bahwa manusia berbeda bersama mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kepintaran akademik sebenarnya diperlukan oleh manusia untuk menyambut dunia usaha di jaman mendatang. Namun demikian, ketrampilan soft skill juga memberi tambahan pengaruh yang lumayan besar.

Pengunjung juga klik: Cara Mudah Mengenalkan Anak TK pada Matematika Awal

Dengan kebolehan ini, manusia dapat lebih berpikir kritis, berkomunikasi, dan juga memecahkan setiap kasus yang keluar dengan analisis yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berawal dari masalah tersebut, instansi pendidikan seyogyanya sudah menjadi memikirkan bagaimana caranya untuk membuahkan lulusan yang sesuai kebutuhan zaman. Diantaranya ialah bersama mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup seluruh segi kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kemampuan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan holistik. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi kecerdasan akademik pelajar, tetapi termasuk utamakan banyak variasi faktor kehidupan agar murid punya pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kapabilitas bersosialisasi dan kemampuan tahu diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berangkat dari permasalahan yang sering dijumpai biasanya orang sehabis masuk ke industry kerja.

Maka, ketika murid sudah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, kala ada persoalan di dalam team work, sangat tidak mungkin menyelesaikan persoalan cuma bersama kemampuan matematika.

Selain itu, kala tersedia kasus dalam suatu proyek, bukan kapabilitas science yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir nalar guna menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap tiap sekolah semestinya sudah menerapkan Pendidikan Holistik menjadi dari pendidikan anak umur dini.

Tujuannya agar anak-anak punyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka termasuk kami bantu agar punyai resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permintaan untuk terus belajar.

Dalam type Pendidikan Holistik, siswa termasuk diajarkan guna merampungkan masalahnya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi fasilitator pelajar. Assessmentnya beri tambahan pertolongan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan mengimbuhkan lebih dari satu contoh masalah yang serupa.

Diharapkan bersama dengan cara ini siswa jadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang udah dijelaskan di atas, perlu dilaksanakan gara-gara perubahan jaman kian kencang. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi pas ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi udah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun harus punyai soft skill yang sanggup membantu kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus punya kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai Info yang didapatkan. Mereka pun wajib kritis terhadap mengisi info selanjutnya agar tidak ringan terpengaruh begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda pas ini perlu kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, pas ini mereka condong berkomunikasi secara digital supaya kapabilitas berdiskusi dan berkata langsung makin lama menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan memiliki pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang dapat ditemui terhadap jaman depan akan lebih berat. Dengan miliki kebolehan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat enteng dipengaruhi serta tidak mempunyai ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan keluaran yang diproduksi pun miliki kecerdasan seimbang, antara kemampuan akademik dan kebolehan soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak bakal tergantikan meskipun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi modern bertebaran di masa mendatang.

Penulis adalah pembina kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Mata Kuliah Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Bontang

Leave a reply "Mata Kuliah Pendidikan Islam Anak Usia Dini di Bontang"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor