Model Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Halmahera Selatan

651 views

Model Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Halmahera Selatan. Kecerdasan Buatan mungkin terulang lagi dapat mengambil alih banyak aktifitas yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, penerima telepon, travel wisata, kurir surat, dan juga pembaca berita menjadi lebih dari satu misal aktifitas yang udah diambil alih.

Model Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Halmahera Selatan

Bahkan, kegiatan paling akhir yang disebutkan itu sedang menjadi topik hangat. sebuah stasiun televisi di Negri Panda, Xinhua News Agency, telah mempromosikan pembawa berita yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini nampak seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini pasti membawa pergantian besar bagi dunia usaha. Namun, sekiranya ditelaah lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak menghilangkan secara total manfaat manusia, melainkan bisa beri tambahan peluang baru pada mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pengusaha sukses asal Negri Panda, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, believe, logic thinking, team work, dan acuhkan pada orang lain adalah kekuatan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, saya pikir kami wajib mengajarkan anak-anak kapabilitas selanjutnya untuk menegaskan bahwa manusia tidak sama bersama mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kepintaran akademik sesungguhnya diperlukan oleh manusia guna menyambut dunia usaha di era mendatang. Namun, penguasaan soft skill termasuk memberikan pengaruh yang lumayan besar.

Artikel keren lainnya: Metode Mengajarkan Anak Usia Dini pada Matematika Dasar

Melalui kapabilitas ini, manusia bisa lebih berpikir logis, bersosialisasi, serta memecahkan tiap-tiap persoalan yang terlihat bersama dengan asumsi yang tidak mampu ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal dari permasalahan itu, instansi pendidikan sebaiknya udah jadi membayangkan bagaimana caranya untuk menghasilkan jebolan yang sesuai kebutuhan zaman. Salah satu caranya ialah bersama dengan mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kebolehan yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi akademik anak, tapi termasuk menekankan banyak ragam aspek kehidupan supaya anak mempunyai perkembangan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kemampuan bersosialisasi dan kemampuan paham diri.

Penerapan Pendidikan Berkesinambungan ini pun berasal dari masalah yang kerap ditemui biasanya orang sesudah masuk ke industry kerja.

Maka, ketika murid sudah masuk dunia kerja atau membawa hubungan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Misalnya, kala ada kasus didalam kerja tim, sangat tak mungkin menuntaskan persoalan cuma bersama kekuatan matematika.

Selain itu, kala ada persoalan didalam suatu proyek, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir nalar untuk menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya penerapan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap-tiap sekolah mestinya sudah menerapkan Pendidikan Holistik merasa dari early years.

Tujuannya sehingga siswa mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka termasuk kita bantu sehingga punya resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam tipe Pendidikan Holistik, pelajar terhitung dididik guna selesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi pendamping pelajar. Tugasnya mengimbuhkan pemberian bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan menambahkan beberapa misal persoalan yang serupa.

Diharapkan bersama cara ini murid menjadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang telah dijelaskan di atas, kudu dikerjakan karena pergantian zaman kian tak terbendung. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi selagi ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi udah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun harus memiliki soft skill yang dapat menunjang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus punya kebolehan dan kebijaksanaan untuk menyaring bermacam informasi yang didapatkan. Mereka pun mesti logis terhadap isi info selanjutnya agar tidak mudah tergoda begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda sementara ini butuh kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan berkata langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan memiliki pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang bakal dihadapi terhadap era depan dapat lebih berat. Dengan punya kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal enteng dipengaruhi serta tak mempunyai ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang diproduksi pun miliki kecerdasan seimbang, antara kebolehan akademik dan kemampuan soft skill yang bersifat afektif. Dengan demikian, keberadaannya tak bakal tersubstitusi biarpun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih menjamur di masa mendatang.

Penulis adalah konseptor kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Model Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Halmahera Selatan

Leave a reply "Model Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Halmahera Selatan"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor