Observasi Tentang Anak Berkebutuhan Khusus

116 views

Observasi Tentang Anak Berkebutuhan Khusus. Kecerdasan Buatan mungkin kembali dapat menukar banyak aktifitas yang dilakukan oleh manusia. Kasir, kasir bank, resepsionis, penerima telepon, travel umroh, tukang pos, dan juga reporter berita jadi beberapa perumpamaan aktifitas yang udah diambil alih alih.

Observasi Tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Bahkan, pekerjaan terakhir yang disebutkan itu tengah jadi perbincangan internasional. sebuah stasiun pemancar televise di China Daratan, Xinhua News Agency, telah menghadirkan pembawa berita yang memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini terlihat layaknya pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai perubahan besar bagi industry kerja. Namun, seumpama diteliti lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak menghapus secara total fungsi manusia, melainkan bisa memberikan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, believe, berpikir nalar, kerjasama tim, dan hiraukan terhadap orang lain ialah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh robot. Itu sebabnya, aku pikir kita wajib mengajarkan anak-anak kebolehan tersebut guna memastikan bahwa manusia berlainan bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kecerdasan akademik sebetulnya dibutuhkan oleh manusia guna menyongsong industry kerja di era mendatang. Namun, penguasaan soft skill terhitung beri tambahan efek yang memadai besar.

Artikel keren lainnya: Metode Memahamkan Anak Usia Dini pada Matematika Dasar

Melalui kebolehan ini, manusia sanggup lebih berpikir logis, bersosialisasi, dan juga memecahkan tiap tiap persoalan yang keluar bersama dengan kesimpulan yang tidak bisa dikerjakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal dari permasalahan tersebut, instansi pendidikan seyogyanya udah jadi memikirkan bagaimana caranya untuk membuahkan lulusan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Diantaranya adalah dengan mengaplikasikan proses pendidikan yang termasuk semua faktor kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kapabilitas yang berupa afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak cuma mengandalkan sisi akademik siswa, tetapi termasuk tekankan banyak variasi aspek kehidupan agar pelajar punyai perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kebolehan bersosialisasi dan kebolehan paham diri.

Penerapan Pendidikan Menyeluruh ini pun berasal dari permasalahan yang sering dijumpai umumnya orang sesudah masuk ke industry kerja.

Oleh sebab itu, ketika anak sudah masuk dunia kerja atau membawa interaksi yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kebolehan akademik secara harfiah.

Misalnya, kala tersedia masalah di dalam kerjasama tim, tak mungkin menuntaskan kasus cuma bersama kebolehan matematika.

Lebih dari itu, disaat tersedia masalah didalam suatu proyek, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir logis untuk mendapatkan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya mengaplikasikan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap tiap sekolah mestinya sudah menerapkan Pendidikan Terintegrasi menjadi berasal dari early years.

Tujuannya supaya siswa punya positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka terhitung kami bantu agar punya resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permohonan untuk terus belajar.

Dalam model Pendidikan Menyeluruh, pelajar juga diajarkan guna selesaikan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi fasilitator murid. Assessmentnya mengimbuhkan bantuan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan beri tambahan lebih dari satu perumpamaan masalah yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini pelajar menjadi lebih bias berpikir logis dan mempunyai kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, kudu ditunaikan karena pergantian jaman semakin kencang. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus perkembangan teknologi supaya tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi pas ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi udah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun wajib mempunyai soft skill yang bisa menunjang kehidupan era depannya.

Pertama, mereka harus mempunyai kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib kritis pada isikan info tersebut sehingga tidak enteng dipengaruhi begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda selagi ini perlu kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, waktu ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan bicara langsung jadi menurun.

Ketiga, adalah kapabilitas untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini dikarenakan tantangan yang bakal dihadapi terhadap masa depan akan lebih berat. Dengan miliki kebolehan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan ringan dipengaruhi serta tidak miliki ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan keluaran yang diproduksi pun miliki kecerdasan seimbang, antara kebolehan akademik dan kemampuan soft skill yang berupa afektif. Dengan begini, kehadirannya tak bakal tersubstitusi walau teknologi Kecerdasan Buatan dan teknologi modern bertebaran dimana-mana di jaman yang akan datang.

Penulis adalah pendamping kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Dasar Pendidikan Inklusif Di Sekolah

Leave a reply "Observasi Tentang Anak Berkebutuhan Khusus"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor