Paud Pendidikan Anak Usia Dini Adalah di Maba

154 views

Paud Pendidikan Anak Usia Dini Adalah di Maba. Artificial Intelligence mungkin sebentar lagi akan mengambil alih banyak kegiatan yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, teller bank, resepsionis, operator telepon, agen perjalanan, distributor surat, serta reporter berita menjadi beberapa semisal pekerjaan yang udah disita alih.

Paud Pendidikan Anak Usia Dini Adalah di Maba

Bahkan, kegiatan paling akhir yang dijelaskan itu tengah menjadi topik hangat. Salah satu stasiun pemancar televise di Negri Tirai Bambu, Xinhua News Agency, sudah menginformasikan reporter yang mengfungsikan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini terlihat layaknya pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi industry kerja. Tetapi, apabila ditelaah lebih seksama, pertumbuhan teknologi ini tak menghilangkan secara keseluruhan fungsi manusia, melainkan dapat memberi tambahan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis sukses asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, berpikir nalar, team work, dan peduli terhadap orang lain adalah kebolehan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Itu sebabnya, saya pikir kami harus mengajarkan anak-anak kekuatan tersebut untuk memastikan bahwa manusia tidak serupa dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik memang dibutuhkan oleh manusia untuk menyambut dunia usaha di jaman mendatang. Tapi, ketrampilan soft skill juga menambahkan pengaruh yang cukup besar.

Baca juga: Cara Cepat Mengajarkan Anak TK pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kapabilitas ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berkomunikasi, serta memecahkan tiap tiap persoalan yang terlihat bersama dengan asumsi yang tidak sanggup dilaksanakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat dari problem itu, instansi pendidikan seharusnya telah merasa membayangkan bagaimana caranya untuk membuahkan tamatan yang cocok kebutuhan zaman. Diantaranya ialah bersama menerapkan proses pendidikan yang termasuk seluruh faktor kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kebolehan yang berupa afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak hanya mementingkan sisi kecerdasan akademik murid, tapi juga tekankan banyak variasi faktor kehidupan sehingga murid memiliki pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kapabilitas berinteraksi dan kebolehan mengetahui diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berasal dari permasalahan yang sering dijumpai biasanya orang sesudah masuk ke industry kerja.

Oleh sebab itu, saat siswa telah masuk dunia kerja atau mempunyai hubungan yang luas dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, ketika tersedia masalah didalam team work, tidak mungkin memecahkan kasus cuma bersama dengan kebolehan matematika.

Selain itu, ketika tersedia masalah didalam suatu proyek, bukan kemampuan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir nalar untuk menemukan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya penerapan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, setiap sekolah seharusnya udah menerapkan Pendidikan Holistik jadi dari PAUD.

Tujuannya supaya murid punya positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka juga kita bantu agar memiliki resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Menyeluruh, siswa juga dididik untuk selesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi pembimbing pelajar. Assessmentnya beri tambahan pertolongan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi 2 arah, dan mengimbuhkan lebih dari satu semisal persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini murid menjadi lebih bias berpikir logis dan membawa kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah diuraikan di atas, mesti dijalankan gara-gara perubahan jaman semakin kencang. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus perkembangan teknologi sehingga tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi waktu ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi udah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun perlu memiliki soft skill yang bisa menolong kehidupan era depannya.

Pertama, mereka harus miliki kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka Info yang didapatkan. Mereka pun harus kritis pada isikan informasi selanjutnya supaya tidak enteng terpengaruh begitu saja bersama berita hoaks.

Kedua, generasi muda waktu ini butuh kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, waktu ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan bicara segera tambah menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan punya pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang bakal dihadapi terhadap era depan akan lebih berat. Dengan punyai kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat mudah terbujuk dan tak miliki ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan keluaran yang diproduksi pun memiliki kecerdasan seimbang, pada kapabilitas akademik dan kemampuan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan demikian, kehadirannya tidak akan tergantikan meskipun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih menjamur dimana-mana di era mendatang.

Penulis adalah pembimbing kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Paud Pendidikan Anak Usia Dini Adalah di Maba

Leave a reply "Paud Pendidikan Anak Usia Dini Adalah di Maba"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor