Pendidikan Anak Usia Dini Islam di Rantau

84 views

Pendidikan Anak Usia Dini Islam di Rantau. Kecerdasan Buatan mungkin terulang lagi akan menukar banyak kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Kasir, teller bank, customer support, operator telepon, agen perjalanan, kurir surat, serta pembaca berita menjadi lebih dari satu perumpamaan aktifitas yang udah disita alih.

Pendidikan Anak Usia Dini Islam di Rantau

Bahkan, aktifitas paling akhir yang dijelaskan itu sedang menjadi topik hangat. sebuah stasiun pemancar televise di China Daratan, Xinhua News Agency, udah menghadirkan reporter yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini terlihat seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama seperti manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai pergantian besar bagi industry kerja. Namun, bila diteliti lebih mendalam, pertumbuhan teknologi ini tak menghilangkan secara total faedah manusia, melainkan dapat beri tambahan peluang baru terhadap mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis sukses asal China, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, pola pikir, kerja tim, dan peduli terhadap orang lain ialah kebolehan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh karena itu, saya pikir kami perlu mengajarkan murid kapabilitas selanjutnya guna menegaskan bahwa manusia berbeda bersama dengan mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kepintaran akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyongsong industry kerja di jaman mendatang. Namun demikian, penguasaan soft skill juga memberi tambahan efek yang cukup besar.

Baca juga: Cara Mudah Mengenalkan Anak Usia Dini pada Matematika Dasar

Melalui kekuatan ini, manusia mampu lebih berpikir logis, berinteraksi, dan juga memecahkan tiap-tiap kasus yang muncul dengan pemikiran yang tidak dapat ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat dari permasalahan itu, instansi pendidikan seharusnya sudah jadi mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan tamatan yang sesuai kebutuhan zaman. Diantaranya ialah bersama mengaplikasikan proses pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kebolehan yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak cuma mengandalkan sisi kecerdasan akademik siswa, tetapi termasuk tekankan banyak variasi segi kehidupan sehingga siswa mempunyai pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kekuatan bersosialisasi dan kemampuan jelas diri.

Penerapan Pendidikan Berkesinambungan ini pun berasal dari persoalan yang kerap ditemui umumnya orang sesudah masuk ke dunia kerja.

Jadi, dikala pelajar telah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, kala ada persoalan di dalam team work, tidak mungkin menyelesaikan persoalan cuma dengan kebolehan matematika.

Selain itu, disaat ada masalah dalam suatu proyek, bukan kapabilitas science yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir nalar untuk menemukan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang sesudah itu disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya penerapan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, setiap sekolah semestinya telah menerapkan Pendidikan Terintegrasi menjadi berasal dari pendidikan anak usia dini.

Tujuannya agar anak-anak miliki positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka juga kita bantu sehingga memiliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk terus belajar.

Dalam tipe Pendidikan Terintegrasi, siswa termasuk diajarkan untuk selesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi pendamping pelajar. Assessmentnya menambahkan dukungan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan beri tambahan sebagian umpama kasus yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini pelajar menjadi lebih bias berpikir logis dan mempunyai kemampuan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, perlu ditunaikan gara-gara pergantian jaman makin tak terbendung. Generasi penerus bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus perkembangan teknologi supaya tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi selagi ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi sudah menempel pada kehidupan sehari-hari. Untuk dapat survive, generasi muda pun wajib miliki soft skill yang bisa membantu kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka kudu memiliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib kritis terhadap mengisi info tersebut agar tidak gampang tergoda begitu saja bersama berita hoaks.

Kedua, generasi muda waktu ini perlu kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital supaya kapabilitas berdiskusi dan bicara segera jadi menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang dapat dihadapi terhadap era depan akan lebih berat. Dengan memiliki kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan gampang terbujuk serta tidak punyai ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan jebolan yang diproduksi pun memiliki kepintaran seimbang, antara kemampuan akademik dan kebolehan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan demikian, kehadirannya tidak dapat tersubstitusi kendati teknologi Artificial Intelligent dan teknologi modern menjamur pada era yang akan datang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Anak Usia Dini Islam di Rantau

Leave a reply "Pendidikan Anak Usia Dini Islam di Rantau"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor