Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka di Pulang Pisau

46 views

Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka di Pulang Pisau. Kecerdasan Buatan kemungkinan terulang lagi bakal menggantikan banyak kegiatan yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, travel wisata, tukang pos, serta pembaca berita menjadi lebih dari satu contoh aktifitas yang udah disita alih.

Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka di Pulang Pisau

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan nasional. sebuah stasiun televisi di Republik Rakyat China, Xinhua News Agency, telah menghadirkan reporter yang mengfungsikan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini tampak seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya tak ubahnya manusia pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai perubahan besar bagi dunia kerja professional. Tapi, sekiranya ditelaah lebih mendalam, perkembangan teknologi ini tak meleyapkan secara total manfaat manusia, melainkan bisa memberi tambahan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh pebisnis berhasil asal China, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, keyakinan, pola pikir, kerjasama tim, dan pikirkan terhadap orang lain adalah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh mesin. Itu sebabnya, aku pikir kami wajib mengajarkan murid kapabilitas selanjutnya untuk meyakinkan bahwa manusia berbeda bersama mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik sebetulnya diperlukan oleh manusia untuk menyongsong dunia kerja di jaman mendatang. Namun demikian, ketrampilan soft skill juga menambahkan efek yang memadai besar.

Kunjungi juga: Cara Sederhana Mendidik Anak TK pada Matematika Awal

Melalui kapabilitas ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, berinteraksi, serta memecahkan tiap tiap kasus yang terlihat bersama asumsi yang tidak sanggup dilakukan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berawal dari problem tersebut, lembaga pendidikan seyogyanya udah jadi memikirkan bagaimana caranya untuk menghasilkan jebolan yang cocok kebutuhan saat ini dan mendatang. Diantaranya adalah bersama dengan menerapkan sistem pendidikan yang mencakup semua aspek kehidupan, baik unggul pada segi akademik maupun kapabilitas yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak cuma mengandalkan sisi akademik pelajar, tapi juga mengutamakan beragam faktor kehidupan agar murid miliki pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kekuatan berinteraksi dan kemampuan sadar diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berangkat dari masalah yang sering dijumpai umumnya orang sesudah masuk ke industry kerja.

Maka dari itu, saat murid udah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas bersama masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Contohnya, saat ada masalah di dalam kerjasama tim, tak mungkin memecahkan persoalan cuma bersama kebolehan matematika.

Lebih dari itu, saat ada persoalan dalam suatu proyek, bukan kemampuan sains yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir nalar guna mendapatkan solusilah yang diperlukan.

Hal ini yang sesudah itu disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh karena itu, tiap-tiap sekolah selayaknya sudah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan terasa berasal dari PAUD.

Tujuannya sehingga murid mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka juga kita bantu supaya miliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permohonan untuk terus belajar.

Dalam style Pendidikan Holistik, anak didik terhitung diajarkan guna menyelesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi penengah siswa. Tugasnya memberikan pertolongan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi 2 arah, dan menambahkan beberapa perumpamaan persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan metode ini murid jadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang sudah dijelaskan di atas, kudu dilakukan gara-gara pergantian zaman semakin pesat. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi sementara ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk dapat survive, generasi muda pun kudu memiliki soft skill yang dapat menolong kehidupan jaman depannya.

Pertama, mereka harus punya kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai informasi yang didapatkan. Mereka pun perlu kritis pada isikan informasi berikut agar tidak gampang tergoda begitu saja bersama berita bohong.

Kedua, generasi muda selagi ini perlu kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, selagi ini mereka condong berkomunikasi secara digital sehingga kapabilitas berdiskusi dan berbicara langsung makin menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang dapat ditemui pada era depan bakal lebih berat. Dengan punyai kemampuan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak bakal mudah tergoda dan tidak miliki ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang diproduksi pun memiliki kepandaian seimbang, pada kebolehan akademik dan kekuatan soft skill yang berwujud afektif. Dengan begini, kehadirannya tak dapat tersubstitusi meskipun teknologi Kecerdasan Buatan dan mesin-mesin modern menjamur dimana-mana pada jaman mendatang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka di Pulang Pisau

Leave a reply "Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Terbuka di Pulang Pisau"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor