Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Amuntai

97 views

Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Amuntai. Kecerdasan Buatan bisa saja sebentar lagi akan menukar banyak aktifitas yang dikerjakan oleh manusia. Kasir, teller bank, penerima pelanggan, operator telepon, travel wisata, kurir barang, serta reporter berita jadi beberapa contoh pekerjaan yang telah diambil alih.

Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Amuntai

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang dijelaskan itu tengah menjadi perbincangan khalayak ramai. Salah satu stasiun televisi di Negri Panda, Xinhua News Agency, udah menginformasikan reporter yang manfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini kelihatan layaknya pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi industry kerja. Tapi, bila ditelaah lebih mendalam, perkembangan teknologi ini tak menghilangkan secara total manfaat manusia, melainkan sanggup memberikan peluang baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal Negri Panda, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, believe, berpikir logis, kerja tim, dan hiraukan terhadap orang lain ialah kemampuan yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh karena itu, aku pikir kita kudu mengajarkan murid kemampuan berikut untuk menegaskan bahwa manusia tidak sama dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kecerdasan akademik sebenarnya diperlukan oleh manusia guna menyongsong dunia kerja di masa mendatang. Namun demikian, penguasaan soft skill termasuk menambahkan efek yang memadai besar.

Kunjungi juga: Cara Cepat Mendidik Anak Usia Dini pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kekuatan ini, manusia dapat lebih berpikir kritis, berinteraksi, dan juga memecahkan tiap tiap kasus yang terlihat bersama asumsi yang tidak bisa dijalankan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat dari masalah tersebut, lembaga pendidikan seharusnya telah merasa mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan jebolan yang cocok keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya adalah bersama mengaplikasikan sistem pendidikan yang termasuk semua segi kehidupan, baik unggul pada sisi akademik maupun kebolehan yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan segi akademik pelajar, tetapi juga utamakan begitu banyak ragam segi kehidupan sehingga pelajar memiliki perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kapabilitas bersosialisasi dan kebolehan menyadari diri.

Penerapan Pendidikan Menyeluruh ini pun berasal dari problem yang sering dijumpai umumnya orang setelah masuk ke dunia kerja.

Jadi, dikala anak udah masuk dunia kerja atau mempunyai jalinan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, disaat ada masalah didalam kerja tim, sangat tidak mungkin menyelesaikan masalah hanya bersama dengan kekuatan matematika.

Lebih dari itu, kala ada kasus di dalam suatu project, bukan kemampuan sains yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir nalar untuk mendapatkan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang lantas disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, tiap-tiap sekolah selayaknya sudah menerapkan Pendidikan Holistik jadi berasal dari Pendidikan TK.

Tujuannya supaya siswa punyai positive mindest dan growth mindset sejak kecil. Selain itu mereka termasuk kita bantu agar memiliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan permohonan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Berkesinambungan, murid termasuk diajarkan guna selesaikan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi penengah siswa. Assessmentnya memberi tambahan pertolongan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan memberi tambahan lebih dari satu umpama masalah yang serupa.

Diharapkan bersama dengan cara ini anak jadi lebih mampu berpikir logis dan membawa kebolehan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang telah diuraikan di atas, perlu ditunaikan dikarenakan perubahan jaman makin cepat. Generasi muda bangsa pun diharapkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi pas ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi telah melekat pada kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun perlu memiliki soft skill yang bisa menunjang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka mesti memiliki kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyaring bermacam informasi yang didapatkan. Mereka pun kudu kritis pada isi info tersebut sehingga tidak mudah terbujuk begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda sementara ini butuh kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan berbicara segera tambah menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang bakal dihadapi pada masa depan akan lebih berat. Dengan punyai kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat mudah terbujuk dan tidak punya ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang diproduksi pun mempunyai kejeniusan seimbang, antara kapabilitas akademik dan kemampuan soft skill yang berwujud afektif. Dengan demikian, kehadirannya tak dapat tersubstitusi walau teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin canggih bertebaran pada jaman mendatang.

Penulis adalah pencetus kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Amuntai

Leave a reply "Pendidikan Guru Anak Usia Dini di Amuntai"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor