Pendidikan Holistik Pada Anak Usia Dini di Maluku Tenggara

158 views

Pendidikan Holistik Pada Anak Usia Dini di Maluku Tenggara. Kecerdasan Buatan barangkali kembali dapat mengambil alih banyak pekerjaan yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, agen perjalanan, tukang pos, dan juga pembaca berita menjadi sebagian misal pekerjaan yang sudah diambil alih.

Pendidikan Holistik Pada Anak Usia Dini di Maluku Tenggara

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang dijelaskan itu sedang jadi perbincangan nasional. Salah satu stasiun pemancar televise di Negri Panda, Xinhua News Agency, sudah mengintroduksi pembawa berita yang manfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan. Pembawa berita ini tampak layaknya pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai pergantian besar bagi dunia kerja professional. Namun, bila ditelaah lebih seksama, pertumbuhan teknologi ini tak menghapus secara total kegunaan manusia, melainkan bisa memberi tambahan peluang baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur berhasil asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, keyakinan, berpikir logis, bekerja berkelompok, dan acuhkan terhadap orang lain ialah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh karena itu, aku pikir kita harus mengajarkan pelajar kemampuan berikut untuk menegaskan bahwa manusia berlainan dengan mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik memang diperlukan oleh manusia untuk menyambut dunia kerja di era mendatang. Tapi, penguasaan soft skill termasuk memberikan efek yang memadai besar.

Pengunjung juga klik: Cara Cepat Mendidik Anak TK pada Matematika Awal

Melalui kemampuan ini, manusia dapat lebih berpikir logis, berkomunikasi, serta memecahkan setiap kasus yang nampak dengan pemikiran yang tidak mampu dikerjakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu makna akademisnya.

Berangkat dari masalah tersebut, instansi pendidikan sebaiknya udah mulai mengayalkan bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya adalah bersama menerapkan proses pendidikan yang termasuk semua segi kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kebolehan yang berupa afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Berkesinambungan adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan sisi kecerdasan akademik siswa, tapi juga menekankan bervariasi aspek kehidupan agar murid mempunyai pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kebolehan berinteraksi dan kapabilitas jelas diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berasal dari masalah yang sering ditemui biasanya orang setelah masuk ke dunia usaha.

Maka, saat pelajar udah masuk dunia kerja atau mempunyai hubungan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Contohnya, saat tersedia masalah didalam kerjasama tim, tak mungkin memecahkan masalah hanya bersama dengan kebolehan matematika.

Lebih dari itu, ketika ada persoalan di dalam suatu proyek, bukan kemampuan sains yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir nalar guna mendapatkan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya penerapan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh dikarenakan itu, setiap sekolah selayaknya udah menerapkan Pendidikan Terintegrasi mulai dari PAUD.

Tujuannya supaya pelajar memiliki positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka termasuk kita bantu agar mempunyai resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk terus belajar.

Dalam type Pendidikan Menyeluruh, pelajar termasuk dididik guna merampungkan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pembimbing siswa. Assessmentnya beri tambahan dukungan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan menambahkan beberapa misal persoalan yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini murid jadi lebih bias berpikir logis dan mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang telah dijelaskan di atas, perlu ditunaikan gara-gara perubahan zaman semakin cepat. Generasi penerus bangsa pun dituntut untuk mengikuti arus perkembangan teknologi agar tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi selagi ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun harus punyai soft skill yang bisa menunjang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka harus memiliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib logis pada mengisi informasi tersebut supaya tidak mudah dipengaruhi begitu saja dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda kala ini butuh kekuatan komunikasi yang mumpuni. Sebab, selagi ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan berbicara segera tambah menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang dapat ditemui terhadap era depan dapat lebih berat. Dengan punyai kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat ringan dipengaruhi serta tidak punyai ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang dihasilkan pun memiliki kepandaian seimbang, antara kekuatan akademik dan kekuatan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan begini, keberadaannya tak akan tersubstitusi meskipun teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin modern menjamur dimana-mana di masa mendatang.

Penulis adalah konseptor kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Holistik Pada Anak Usia Dini di Maluku Tenggara

Leave a reply "Pendidikan Holistik Pada Anak Usia Dini di Maluku Tenggara"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor