Pendidikan Islam Anak Usia Dini Uin Walisongo di Bobong

525 views

Pendidikan Islam Anak Usia Dini Uin Walisongo di Bobong. Artificial Intelligence barangkali sebentar lagi akan menukar banyak pekerjaan yang dijalankan oleh manusia. Kasir, teller bank, penerima pelanggan, operator telepon, agen perjalanan, kurir surat, serta pembaca berita menjadi lebih dari satu perumpamaan aktifitas yang udah diambil alih alih.

Pendidikan Islam Anak Usia Dini Uin Walisongo di Bobong

Bahkan, kegiatan paling akhir yang dijelaskan itu tengah menjadi topik hangat. Salah satu stasiun pemancar televise di Negri Panda, Xinhua News Agency, telah mempromosikan pembawa berita yang memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini nampak seperti pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi dunia kerja professional. Namun, jika diteliti lebih seksama, perkembangan teknologi ini tak menghapus secara keseluruhan kegunaan manusia, melainkan sanggup menambahkan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pengusaha berhasil asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai Islami, keyakinan, logic thinking, team work, dan pikirkan terhadap orang lain ialah kekuatan yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Oleh sebab itu, saya pikir kita harus mengajarkan anak-anak kapabilitas berikut untuk meyakinkan bahwa manusia tidak sama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa sebab. Kemampuan akademik memang diperlukan oleh manusia guna menyambut dunia kerja di masa mendatang. Namun demikian, penguasaan soft skill termasuk mengimbuhkan efek yang cukup besar.

Kunjungi juga: Metode Mendidik Anak TK pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kapabilitas ini, manusia dapat lebih berpikir logis, berkomunikasi, dan juga memecahkan tiap tiap kasus yang muncul bersama dengan asumsi yang tidak dapat ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat berasal dari permasalahan tersebut, lembaga pendidikan sebaiknya udah jadi membayangkan bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Diantaranya ialah bersama mengaplikasikan proses pendidikan yang termasuk seluruh aspek kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kebolehan yang bersifat afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak cuma mengandalkan segi kecerdasan akademik pelajar, namun terhitung menekankan beragam segi kehidupan agar murid punya perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kekuatan bersosialisasi dan kapabilitas paham diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berangkat dari masalah yang sering ditemui umumnya orang sesudah masuk ke dunia usaha.

Maka, dikala anak sudah masuk dunia kerja atau membawa jalinan yang luas bersama masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Contohnya, dikala tersedia masalah dalam kerja tim, sangat tidak mungkin menyelesaikan masalah cuma bersama kemampuan matematika.

Selain itu, kala tersedia masalah dalam suatu project, bukan kemampuan science yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir nalar untuk menemukan problem solving yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap-tiap sekolah mestinya telah menerapkan Pendidikan Terintegrasi merasa berasal dari PAUD.

Tujuannya agar murid mempunyai positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka juga kita bantu sehingga punyai resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permintaan untuk tetap belajar.

Dalam type Pendidikan Holistik, siswa terhitung diajarkan guna menyelesaikan persoalannya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi pembimbing anak. Tugasnya memberikan pertolongan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog dua arah, dan beri tambahan lebih dari satu misal kasus yang serupa.

Diharapkan bersama dengan cara ini anak menjadi lebih mampu berpikir logis dan mempunyai kapabilitas berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang udah dijelaskan di atas, wajib dilakukan gara-gara perubahan zaman semakin kencang. Generasi muda bangsa pun diwajibkan untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi agar tidak kehilangan arah di dimasa depan.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi sudah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun harus miliki soft skill yang bisa menolong kehidupan era depannya.

Pertama, mereka perlu miliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring beragam informasi yang didapatkan. Mereka pun wajib kritis terhadap mengisi info berikut sehingga tidak gampang dipengaruhi begitu saja bersama dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda selagi ini perlu kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kekuatan berdiskusi dan bicara segera tambah menurun.

Ketiga, adalah kebolehan untuk beradaptasi dan miliki pendirian yang teguh. Hal ini gara-gara tantangan yang dapat dihadapi terhadap masa depan dapat lebih berat. Dengan punyai kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan mudah terpengaruh dan tak memiliki ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan lulusan yang dihasilkan pun punyai kejeniusan seimbang, pada kemampuan akademik dan kekuatan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan demikian, keberadaannya tak dapat tersubstitusi biarpun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih bertebaran pada era mendatang.

Penulis adalah pendamping kelas Islamic Math Adventure di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Islam Anak Usia Dini Uin Walisongo di Bobong

Leave a reply "Pendidikan Islam Anak Usia Dini Uin Walisongo di Bobong"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor