Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini di Saumlaki

233 views

Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini di Saumlaki. Artificial Intelligence bisa saja sebentar lagi dapat mengambil alih banyak kegiatan yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, kasir bank, penerima pelanggan, operator telepon, travel wisata, kurir surat, serta pembaca berita menjadi sebagian semisal kegiatan yang sudah disita alih.

Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini di Saumlaki

Bahkan, aktifitas paling akhir yang dijelaskan itu tengah jadi topik hangat. sebuah stasiun pemancar televise di Negri Panda, Xinhua News Agency, telah memperkenalkan reporter yang manfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Pembawa berita ini terlihat seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia pada umumnya.

Hal ini tentu mempunyai perubahan besar bagi industry kerja. Tetapi, seandainya ditelaah lebih mendalam, perkembangan teknologi ini tak menghapus secara total faedah manusia, melainkan mampu menambahkan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal Negri Panda, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kebaikan, believe, berpikir nalar, team work, dan acuhkan terhadap orang lain adalah kebolehan yang tidak dikuasai oleh mesin. Oleh sebab itu, saya pikir kita perlu mengajarkan anak-anak kapabilitas selanjutnya untuk memastikan bahwa manusia tidak serupa dengan mesin.

Ya, opini Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kejeniusan akademik sebetulnya dibutuhkan oleh manusia untuk menyongsong dunia kerja di jaman mendatang. Tapi, penguasaan soft skill juga beri tambahan dampak yang lumayan besar.

Kunjungi juga: Cara Mudah Memahamkan Anak TK pada Teknik Berhitung Mudah

Melalui kekuatan ini, manusia sanggup lebih berpikir logis, berinteraksi, serta memecahkan setiap persoalan yang nampak dengan anggapan yang tidak dapat dijalankan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat berasal dari permasalahan itu, instansi pendidikan sebaiknya sudah jadi membayangkan bagaimana caranya untuk membuahkan jebolan yang cocok keperluan zaman. Diantaranya ialah dengan mengaplikasikan sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kapabilitas yang berbentuk afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan berkesinambungan. Pendidikan Holistik adalah pendidikan yang tidak hanya mementingkan sisi akademik murid, namun termasuk mengedepankan banyak variasi aspek kehidupan supaya murid punya perkembangan yang seimbang. Dalam hal ini layaknya penguasaan kekuatan berinteraksi dan kekuatan mengerti diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berangkat dari masalah yang sering ditemui umumnya orang sehabis masuk ke dunia kerja.

Maka, ketika murid telah masuk dunia kerja atau mempunyai pertalian yang luas dengan masyarakat, mereka tidak kembali mengandalkan kebolehan akademik secara harfiah.

Contohnya, kala tersedia persoalan didalam team work, sangat tidak mungkin menuntaskan kasus hanya bersama kekuatan matematika.

Lebih dari itu, ketika ada kasus didalam suatu project, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan langkah berkomunikasi dan berpikir logis untuk menemukan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya mengaplikasikan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh sebab itu, tiap tiap sekolah semestinya udah menerapkan Pendidikan Menyeluruh terasa berasal dari Pendidikan TK.

Tujuannya agar murid miliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka termasuk kami bantu sehingga punya resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permohonan untuk konsisten belajar.

Dalam type Pendidikan Terintegrasi, anak didik terhitung diajarkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih menjadi pembimbing murid. Assessmentnya mengimbuhkan dukungan bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan menambahkan sebagian perumpamaan masalah yang serupa.

Diharapkan bersama cara ini anak menjadi lebih mampu berpikir nalar dan mempunyai kekuatan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill seperti yang sudah dijelaskan di atas, perlu dikerjakan sebab pergantian jaman makin pesat. Generasi muda bangsa pun dituntut untuk mengikuti arus perkembangan teknologi agar tidak tersesat di kemudian hari.

Apalagi pas ini Revolusi Industri 4.0 dan masa digitalisasi sudah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun mesti punyai soft skill yang mampu mendukung kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka perlu miliki kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka Info yang didapatkan. Mereka pun perlu kritis terhadap isikan informasi berikut agar tidak enteng dipengaruhi begitu saja bersama berita hoaks.

Kedua, generasi muda kala ini butuh kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, pas ini mereka cenderung berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan bicara langsung jadi menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini sebab tantangan yang dapat ditemui pada masa depan akan lebih berat. Dengan punya kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat ringan terbujuk serta tak punyai ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan jebolan yang diproduksi pun memiliki kejeniusan seimbang, pada kapabilitas akademik dan kemampuan soft skill yang bersifat afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak bakal tergantikan kendati teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin modern menjamur dimana-mana di era mendatang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini di Saumlaki

Leave a reply "Pendidikan Islam Bagi Anak Usia Dini di Saumlaki"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor