Pentingnya Pendidikan Islam Untuk Anak Usia Dini

87 views

Pentingnya Pendidikan Islam Untuk Anak Usia Dini. Kecerdasan Buatan barangkali sebentar lagi akan menukar banyak pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, teller bank, resepsionis, operator telepon, travel umroh, kurir surat, serta reporter berita jadi sebagian umpama pekerjaan yang telah disita alih.

Pentingnya Pendidikan Islam Untuk Anak Usia Dini

Bahkan, pekerjaan paling akhir yang dijelaskan itu sedang jadi topik hangat. sebuah stasiun pemancar televise di Negri Tirai Bambu, Xinhua News Agency, udah menghadirkan reporter yang memakai teknologi Artificial Intelligence. Pembawa berita ini tampak seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya tak ubahnya manusia pada umumnya.

Hal ini tentu membawa perubahan besar bagi industry kerja. Tetapi, bila diteliti lebih jauh, perkembangan teknologi ini tak menghilangkan secara keseluruhan kegunaan manusia, melainkan sanggup mengimbuhkan kesempatan baru terhadap mereka. Itulah yang diungkapkan oleh entrepreneur berhasil asal Negri Tirai Bambu, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Nilai kemanusiaan, believe, berpikir logis, bekerja berkelompok, dan pikirkan terhadap orang lain ialah kebolehan yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh karena itu, aku pikir kita wajib mengajarkan murid kebolehan tersebut guna meyakinkan bahwa manusia tidak serupa bersama dengan mesin.

Ya, pemikiran Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kecerdasan akademik sesungguhnya dibutuhkan oleh manusia guna menyambut dunia usaha di jaman mendatang. Tetapi, ketrampilan soft skill juga memberikan dampak yang memadai besar.

Pengunjung juga klik: Metode Mengajarkan Anak Usia Dini pada Teknik Berhitung Mudah

Dengan kemampuan ini, manusia dapat lebih berpikir logis, berinteraksi, serta memecahkan tiap tiap persoalan yang muncul bersama dengan anggapan yang tidak mampu dilaksanakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu istilah akademisnya.

Berangkat berasal dari persoalan tersebut, instansi pendidikan sebaiknya sudah merasa mengayalkan bagaimana caranya untuk membuahkan jebolan yang sesuai keperluan saat ini dan mendatang. Salah satu caranya ialah bersama mengaplikasikan proses pendidikan yang termasuk semua segi kehidupan, baik unggul pada segi akademik maupun kapabilitas yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal dengan nama pendidikan holistik. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan sisi kecerdasan akademik siswa, tetapi termasuk menekankan banyak ragam segi kehidupan agar murid memiliki pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kemampuan bersosialisasi dan kemampuan mengetahui diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berangkat dari persoalan yang kerap ditemui kebanyakan orang sehabis masuk ke dunia usaha.

Maka, disaat anak udah masuk dunia kerja atau mempunyai hubungan yang luas bersama dengan masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kapabilitas akademik secara harfiah.

Misalnya, saat tersedia kasus di dalam kerjasama tim, sangat tidak mungkin memecahkan kasus cuma bersama kemampuan matematika.

Lebih dari itu, ketika tersedia kasus dalam suatu proyek, bukan kekuatan science yang ditunjukkan, melainkan cara berkomunikasi dan berpikir nalar untuk menemukan problem solving yang diperlukan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya penerapan proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh gara-gara itu, tiap-tiap sekolah mestinya telah menerapkan Pendidikan Menyeluruh jadi dari pendidikan anak usia dini.

Tujuannya supaya anak-anak memiliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka juga kita bantu sehingga punya resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permintaan untuk konsisten belajar.

Dalam model Pendidikan Berkesinambungan, pelajar termasuk dididik guna menyelesaikan masalahnya sendiri. Di sini posisi guru lebih jadi fasilitator murid. Tugasnya memberikan pemberian bersama dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi dua arah, dan mengimbuhkan lebih dari satu misal kasus yang serupa.

Diharapkan bersama dengan cara ini siswa jadi lebih bias berpikir nalar dan mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang sudah dijelaskan di atas, harus ditunaikan gara-gara perubahan zaman kian tak terbendung. Generasi penerus bangsa pun dituntut untuk mengikuti arus perkembangan teknologi agar tidak tersesat di kemudian hari.

Apalagi waktu ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi udah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk mampu survive, generasi muda pun harus mempunyai soft skill yang dapat menunjang kehidupan era depannya.

Pertama, mereka wajib punya kekuatan dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai Info yang didapatkan. Mereka pun mesti kritis terhadap mengisi informasi tersebut sehingga tidak enteng dipengaruhi begitu saja dengan berita bohong.

Kedua, generasi muda waktu ini butuh kemampuan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kemampuan berdiskusi dan berkata langsung makin lama menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan punyai pendirian yang teguh. Hal ini dikarenakan tantangan yang akan ditemui pada masa depan bakal lebih berat. Dengan miliki kapabilitas adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan gampang dipengaruhi dan tak mempunyai ketergantungan bersama dengan orang lain.

Diharapkan output yang dihasilkan pun mempunyai kepintaran seimbang, antara kebolehan akademik dan kemampuan soft skill yang berbentuk afektif. Dengan begini, kehadirannya tidak bakal tersubstitusi kendati teknologi Artificial Intelligent dan mesin-mesin canggih bertebaran dimana-mana di era yang akan datang.

Penulis adalah pendamping kelas Matematika Terapan Berbasis Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Jurnal Pendidikan Demokrasi Di Indonesia

Leave a reply "Pentingnya Pendidikan Islam Untuk Anak Usia Dini"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor