Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Nomor 137 Tahun 2014 di Lembata

Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Nomor 137 Tahun 2014 di Lembata. Kecerdasan Buatan kemungkinan terulang lagi dapat menukar banyak aktifitas yang dilaksanakan oleh manusia. Kasir, kasir bank, penerima pelanggan, penerima telepon, travel umroh, kurir surat, serta pembaca berita menjadi beberapa contoh aktifitas yang udah disita alih.

Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Nomor 137 Tahun 2014 di Lembata

Bahkan, aktifitas terakhir yang disebutkan itu sedang menjadi perbincangan khalayak ramai. Salah satu stasiun pemancar televise di Republik Rakyat China, Xinhua News Agency, sudah memublikasikan reporter yang manfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan. Reporter ini nampak layaknya pria biasa. Mulai berasal dari suara, wajah, ekspresi, hingga pergerakannya sama persis manusia terlihat pada umumnya.

Hal ini pasti membawa perubahan besar bagi industry kerja. Namun, jikalau diteliti lebih jauh, perkembangan teknologi ini tak menghapus secara keseluruhan fungsi manusia, melainkan mampu menambahkan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang diungkapkan oleh pebisnis berhasil asal China Daratan, Jack Ma, dalam acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Values, keyakinan, logic thinking, bekerja berkelompok, dan pikirkan pada orang lain ialah kebolehan yang tidak dikuasai oleh robot. Oleh sebab itu, aku pikir kami harus mengajarkan murid kemampuan tersebut guna menegaskan bahwa manusia berbeda bersama dengan mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kemampuan akademik memang dibutuhkan oleh manusia guna menyongsong dunia kerja di jaman mendatang. Tetapi, ketrampilan soft skill terhitung mengimbuhkan efek yang cukup besar.

Artikel keren lainnya: Cara Mengenalkan Anak TK pada Matematika Awal

Melalui kapabilitas ini, manusia bisa lebih berpikir kritis, berinteraksi, serta memecahkan setiap kasus yang terlihat bersama anggapan yang tidak mampu dilaksanakan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu arti akademisnya.

Berangkat berasal dari masalah tersebut, instansi pendidikan seharusnya telah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk menghasilkan lulusan yang sesuai keperluan zaman. Diantaranya adalah bersama mengaplikasikan proses pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik unggul terhadap sisi akademik maupun kekuatan yang berupa afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama nama pendidikan menyeluruh. Pendidikan Menyeluruh adalah pendidikan yang tidak cuma mementingkan segi kecerdasan akademik anak, tetapi terhitung mengedepankan begitu banyak ragam aspek kehidupan agar murid mempunyai perkembangan yang seimbang. Dalam perihal ini seperti penguasaan kebolehan berinteraksi dan kapabilitas mengerti diri.

Penerapan Pendidikan Holistik ini pun berasal dari problem yang sering dijumpai biasanya orang setelah masuk ke dunia kerja.

Maka dari itu, saat murid udah masuk dunia kerja atau membawa interaksi yang luas bersama masyarakat, mereka tidak ulang mengandalkan kemampuan akademik secara harfiah.

Misalnya, dikala ada kasus didalam kerja tim, tidak mungkin menyelesaikan kasus cuma bersama dengan kapabilitas matematika.

Selain itu, ketika ada masalah di dalam suatu proyek, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir logis guna menemukan solusilah yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh orangtua bahwa perlunya implementasi proses pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh sebab itu, tiap-tiap sekolah harusnya sudah menerapkan Pendidikan Berkesinambungan merasa berasal dari PAUD.

Tujuannya supaya pelajar memiliki positive mindest dan growth mindset sejak dini. Selain itu mereka terhitung kami bantu agar miliki resiliensi atau ketahanan diri, mempunyai fleksibilitas, dan keinginan untuk konsisten belajar.

Dalam tipe Pendidikan Holistik, murid juga dididik guna merampungkan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih menjadi pendamping murid. Tugasnya beri tambahan bantuan bersama pertanyaan-pertanyaan kritis, diskusi 2 arah, dan memberikan sebagian semisal persoalan yang serupa.

Diharapkan bersama cara ini murid jadi lebih mampu berpikir nalar dan membawa kekuatan berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang telah dijelaskan di atas, wajib dikerjakan sebab pergantian jaman makin tak terkejar. Generasi muda bangsa pun dituntut untuk ikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak tersesat di dimasa depan.

Apalagi saat ini Revolusi Industri 4.0 dan era digitalisasi sudah melekat terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun mesti punyai soft skill yang sanggup menopang kehidupan masa depannya.

Pertama, mereka wajib memiliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring beraneka Info yang didapatkan. Mereka pun kudu kritis terhadap isi informasi selanjutnya sehingga tidak gampang terbujuk begitu saja bersama berita bohong.

Kedua, generasi muda sementara ini perlu kapabilitas komunikasi yang mumpuni. Sebab, saat ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kekuatan berdiskusi dan bicara segera tambah menurun.

Ketiga, adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mempunyai pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang dapat dihadapi pada era depan dapat lebih berat. Dengan memiliki kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak akan ringan dipengaruhi dan tak mempunyai ketergantungan dengan orang lain.

Diharapkan tamatan yang dihasilkan pun miliki kecerdasan seimbang, antara kemampuan akademik dan kekuatan soft skill yang berwujud afektif. Dengan demikian, kehadirannya tak akan tergantikan walau teknologi Artificial Intelligent dan teknologi modern menjamur pada era mendatang.

Penulis adalah pendamping kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Nomor 137 Tahun 2014 di Lembata

Leave a reply "Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Nomor 137 Tahun 2014 di Lembata"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor