Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini di Tana Tidung

70 views

Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini di Tana Tidung. Artificial Intelligence bisa saja terulang lagi bakal menukar banyak aktifitas yang ditunaikan oleh manusia. Kasir, kasir bank, customer support, operator telepon, travel umroh, kurir surat, serta pembaca berita menjadi lebih dari satu misal aktifitas yang telah diambil alih.

Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini di Tana Tidung

Bahkan, kegiatan paling akhir yang dijelaskan itu tengah menjadi perbincangan internasional. Salah satu stasiun pemancar televise di China Daratan, Xinhua News Agency, sudah menginformasikan pembawa berita yang mengfungsikan teknologi Artificial Intelligence. Reporter ini kelihatan seperti pria biasa. Mulai dari suara, wajah, ekspresi, sampai pergerakannya sama seperti manusia pada umumnya.

Hal ini pasti mempunyai pergantian besar bagi industry kerja. Tapi, jika ditelaah lebih seksama, perkembangan teknologi ini tak menghilangkan secara total faedah manusia, melainkan bisa beri tambahan kesempatan baru pada mereka. Itulah yang disampaikan oleh entrepreneur sukses asal China Daratan, Jack Ma, pada acara Word Economic Forum di Davos, Swiss.

Kebijaksanaan, keyakinan, berpikir logis, kerjasama tim, dan hiraukan terhadap orang lain ialah kapabilitas yang tidak dikuasai oleh teknologi robot. Oleh karena itu, saya pikir kita harus mengajarkan pelajar kapabilitas selanjutnya guna menegaskan bahwa manusia tidak sama dengan mesin.

Ya, pendapat Jack Ma di atas bukan tanpa alas an. Kecerdasan akademik memang diperlukan oleh manusia guna menyambut dunia kerja di era mendatang. Tapi, ketrampilan soft skill juga mengimbuhkan efek yang memadai besar.

Artikel keren lainnya: Metode Memahamkan Anak TK pada Matematika Awal

Melalui kapabilitas ini, manusia mampu lebih berpikir kritis, bersosialisasi, dan juga memecahkan setiap kasus yang terlihat dengan pemikiran yang tidak mampu ditunaikan oleh mesin. Pendidikan Holistik, begitu makna akademisnya.

Berangkat dari problem tersebut, instansi pendidikan seharusnya udah mulai berkhayal bagaimana caranya untuk membuahkan lulusan yang sesuai kebutuhan saat ini dan mendatang. Diantaranya ialah dengan menerapkan sistem pendidikan yang mencakup semua aspek kehidupan, baik unggul terhadap segi akademik maupun kapabilitas yang berwujud afektif.

Sistem pendidikan ini pun dikenal bersama dengan nama pendidikan holistik. Pendidikan Terintegrasi adalah pendidikan yang tidak hanya mengandalkan sisi akademik pelajar, namun terhitung utamakan bervariasi faktor kehidupan agar siswa memiliki pertumbuhan yang seimbang. Dalam hal ini seperti penguasaan kapabilitas bersosialisasi dan kebolehan paham diri.

Penerapan Pendidikan Terintegrasi ini pun berangkat dari persoalan yang sering ditemui umumnya orang sesudah masuk ke dunia usaha.

Maka, ketika anak telah masuk dunia kerja atau mempunyai jalinan yang luas bersama masyarakat, mereka tidak lagi mengandalkan kekuatan akademik secara harfiah.

Contohnya, ketika ada masalah didalam kerjasama tim, sangat tidak mungkin menyelesaikan kasus cuma bersama dengan kemampuan matematika.

Lebih dari itu, ketika tersedia masalah didalam suatu project, bukan kebolehan science yang ditunjukkan, melainkan cara berinteraksi dan berpikir logis untuk mendapatkan problem solving yang dibutuhkan.

Hal ini yang kemudian disadari betul oleh wali murid bahwa perlunya mengaplikasikan sistem pendidikan holistik di lingkungan sekolah sedini mungkin. Oleh sebab itu, tiap tiap sekolah selayaknya sudah menerapkan Pendidikan Holistik jadi berasal dari Pendidikan TK.

Tujuannya sehingga anak-anak memiliki positive mindest dan growth mindset sejak awal. Selain itu mereka juga kami bantu sehingga memiliki resiliensi atau ketahanan diri, membawa fleksibilitas, dan permintaan untuk terus belajar.

Dalam tipe Pendidikan Berkesinambungan, siswa juga diajarkan guna merampungkan persoalannya sendiri. Dalam hal ini posisi guru lebih jadi penengah anak. Assessmentnya menambahkan bantuan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis, dialog 2 arah, dan mengimbuhkan lebih dari satu contoh kasus yang serupa.

Diharapkan dengan cara ini pelajar menjadi lebih mampu berpikir nalar dan mempunyai kapabilitas berinteraksi yang baik.

Penguasaan soft skill layaknya yang udah diuraikan di atas, mesti dilaksanakan sebab pergantian zaman kian cepat. Generasi penerus bangsa pun diharapkan untuk mengikuti arus pertumbuhan teknologi supaya tidak kehilangan arah di kemudian hari.

Apalagi waktu ini Revolusi Industri 4.0 dan jaman digitalisasi telah menempel terhadap kehidupan sehari-hari. Untuk bisa survive, generasi muda pun perlu mempunyai soft skill yang dapat menopang kehidupan era depannya.

Pertama, mereka wajib mempunyai kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menyaring berbagai Info yang didapatkan. Mereka pun harus logis pada isikan info selanjutnya agar tidak enteng tergoda begitu saja dengan berita hoaks.

Kedua, generasi muda selagi ini perlu kebolehan komunikasi yang mumpuni. Sebab, kala ini mereka condong berkomunikasi secara digital agar kebolehan berdiskusi dan berkata segera semakin menurun.

Ketiga, adalah kekuatan untuk beradaptasi dan memiliki pendirian yang teguh. Hal ini karena tantangan yang bakal dihadapi pada jaman depan dapat lebih berat. Dengan punyai kekuatan adaptasi dan pendirian yang teguh, mereka tidak dapat mudah terbujuk dan tak punya ketergantungan bersama orang lain.

Diharapkan tamatan yang dihasilkan pun memiliki kejeniusan seimbang, pada kebolehan akademik dan kapabilitas soft skill yang berbentuk afektif. Dengan begini, keberadaannya tak bakal tergantikan meskipun teknologi Artificial Intelligent dan teknologi canggih menjamur dimana-mana pada masa yang akan datang.

Penulis adalah pembina kelas Matematika Qur'an di SD Islam Khoiru Ummah Malang

Tags: #Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini di Tana Tidung

Leave a reply "Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini di Tana Tidung"

author
Guru Mata Pelajaran Matematika di SD Islam Khoiru Ummah, Kota Malang. Observer di Eksakta Integra Islamica, Kota Bogor